PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

BANGKITKAN PERMAINAN TRADISIONAL DI HARI KEMERDEKAAN

Home Berita Bangkitkan Permainan Trad ...

BANGKITKAN PERMAINAN TRADISIONAL DI HARI KEMERDEKAAN
Nampak warga antusias melihat permainan Gasing ini, di Stadion Mulawarman, Rabu (17/8). EKSPOSKALTIM/ ARSYAD

EKSPOSKALTIM, Bontang – Acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-71 yang berlangsung di Stadion Mulawarman Pupuk Kaltim, Kelurahan Belimbing, Bontang Barat, Rabu (17/8) siang tadi, diwarnai beragam lomba yang memperkenalkan kembali permainan tradisional yang mulai terancam musnah.

Salah satu permainan yang diperlombakan dan tak lagi ditemui di Kota Bontang yaitu permainan Gasing. Permainan ini tertua yang ditemukan diberbagai situs arkeologi dan masih bisa dikenali. Gasing merupakan mainan yang bisa berputar pada poros dan berkesetimbangan pada suatu titik.

Sekretaris Bidang Olahraga Tradisional Lembaga Adat Kutai Bontang, Heriansyah, yang juga selaku panitia penyelenggara kegiatan menuturkan lomba ini digelar untuk melestarikan permainan Gasing ataupun permainan tradisional lainnya.

"Kita terus mempromosikan dan melestarikan budaya agar tidak musnah. Kita bisa lihat sendiri bahwa mainan-mainan tradisional sudah banyak yang tidak dimainkan oleh anak-anak jaman sekarang. Itu artinya, mainan tradisional ini perlu diperkenalan kembali ke masyarakat, makanya HUT RI ini kita manfaatkan," ujar Heriansyah.

Sebagian besar gasing  tersebut terbuat dari kayu, meski ada juga yang terbuat dari bahan plastik dan juga bahan-bahan lainnya. Kayu diukir dan dibentuk hingga menjadi bagian badan gasing. Tali gasing umumnya dibuat dari nilon, sedangkan tali gasing tradisional dibuat dari kulit pohon. Panjang tali gasing berbeda-beda, bergantung pada panjang lengan orang yang memainkan.

"Kalau Gasing yang kita kenal itu ada dua macam, yaitu Gasing Beturai dan Gasing Bepalu. Gasing Beturai biasanya digunakan untuk lama-lamaan berputar, kalau Gasing Bepalu diadu ketahanannya antar gasing lainnya. Kalau kami membuat Gasing dari kayu ulin, jadi kalau diadu tahan dan susah pecah," ujarnya.

Heriansyah berharap, mainan tradisional bisa kembali dikenal dimasyarakat, agar mainan ini terus digalakkan dan di mainkan oleh para penerus bangsa pada umumnya, baik muda maupun tua.

"Saya kira dengan kita melakukan perkenalan ini, mudah-mudahan mainan tradisional terus ada sampai kapan pun itu.  Alhamdulillah ini sudah banyak masyarakat yang mulai mencoba bagaimana cara memutar gasingnya. Biasanya kalau ada Erau diluar kota, kita juga ikut lomba Gasing ini, " tutupnya.


Editor : Maulana
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :