EKSPOSKALTIM, Tenggarong- Sebagai pesta adat, seni dan budaya, event Erau dan International Folk Art Festival (EIFAF) tentunya mengangkat seni budaya lokal guna pelestarian warisan leluhur, serta tentunya memperkenalkan kepada masyarakat dan pengunjung tentang kekayaan seni budaya lokal.
"Hal tersebut dibuktikan dengan berpartisipasinya 72 kesenian lokal Kutai Kartanegara (Kukar), pada EIFAF tahun ini yang digelar mulai 20 sampai 28 Agustus 2016, di Kota Raja Tenggarong," ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kukar, Sri Wahyuni, Selasa (9/8/2016).
Sri mengatakan, kesenian daerah tersebut akan tampil di empat venue atau lokasi selama pelaksanaan Erau, yaitu di panggung lapangan basket tepi Mahakam Jl KH A Muchsin, panggung Erau Expo di lapangan parkir Kompleks Aji Imbut, dan plaza utama Pulau Kumala pada kegiatan street performance. Kesenian lokal itu akan tampil bergantian dengan tim kesenian dari 9 negara yang ikut memeriahkan EIFAF tahun ini, dan beberapa kesenian dari kabupaten/kota di Kaltim lainnya.
Selain itu, menurut Sri, secara khusus juga dilaksanakan festival seni tradisi Kutai dan berbagai upacara adat pedalaman pada Erau tahun ini. "Kami memberikan kesempatan luas kepada kesenian daerah untuk tampil. Jadi tidak benar bahwa saat EIFAF hanya menyaksikan kesenian mancanegara. Tetapi lebih banyak kesenian lokal yang akan tampil," ungkapnya.
Kemudian ada lomba Permainan Tradisional dan lomba Perahu Naga dan lomba Pacu Perahu Motor (Ces), serta kegiatan Erau Expo Bazar Rakyat.
"Even-even tersebut tentunya sangat menarik untuk disaksikan, banyak kegiatan unik yang hanya ada di Tenggarong khususnya kegiatan sakral oleh Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura," tuturnya.
Tahun ini Erau dimeriahkan dengan delegasi kesenian dari 9 negara yang termasuk anggota CIOFF (International Council of Organizations of Folklore Festivals and Folk Arts). Adapun 9 negara tersebut yaitu Amerika Serikat (Idaho), Lithuania, Estonia, Bulgaria, Canada, Polandia, Rumania, Rusia dan Taiwan.
Sri mengatakan, berpartisipasinya negara-negra anggota CIOFF pada Erau merupakan pertukaran dan pembelajaran seni pertunjukkan kesenian. Hal tersebut bisa semakin memperkenalkan Tenggarong atau Kukar serta budaya Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura kepada masyarakat luar.
“Melalui EIFAF ini, Kukar maupun Tenggarong khususnya bisa lebih terkenal sebagai tujuan wisata, dan menjadi salah satu pusat kegiatan seni budaya nasional,” demikian harap Sri.
Untuk diketahui, pada pelaksanaan EIFAF, pengunjung setiap hari dapat menyaksikan kegiatan sakral oleh Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura di Keraton atau Museum Mulawarman, sebagai rangkaian acara inti pelaksanaan Erau.
Selain acara inti di Keraton, banyak kegiatan unik dan menarik lainnya, diantaranya yaitu Festival Seni Tradisi Kutai, Upacara Adat Pedalaman dan Orkestra Mini Tradisional, Green Tenggarong dan lomba foto. EIFAF juga diisi dengan kegiatan duduk makan bersama secara adat Kutai yang disebut Beseprah. (humas kukar).

