Menjelang Ramadan 2026, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai memperketat pengawasan harga dan pasokan pangan untuk meredam potensi lonjakan harga akibat meningkatnya permintaan masyarakat.
EKSPOSKALTIM, Penajam - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menyiapkan sejumlah langkah antisipatif guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang dan selama bulan suci Ramadan 2026.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Kukmperindag) PPU, Marlina, mengatakan peningkatan konsumsi masyarakat pada periode tersebut berpotensi memicu kenaikan harga sejumlah komoditas pangan.
“Ada potensi kenaikan harga kebutuhan pokok jelang dan saat Ramadan karena permintaan biasanya meningkat,” ujar Marlina dikutip media ini, Senin (2/2) dari antara.
Untuk mengendalikan kondisi tersebut, pemerintah daerah memperketat pengawasan harga dan distribusi bahan pokok melalui pemantauan harian di pasar tradisional maupun tingkat distributor. Data hasil pemantauan tersebut dicatat dalam aplikasi Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).
Selain pemantauan, pembinaan juga dilakukan kepada pedagang agar tidak menjual barang di atas harga wajar, sekaligus memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga.
Pemkab PPU juga menjalin kerja sama dengan distributor dari luar daerah guna membantu menstabilkan harga. Komoditas pangan dari luar daerah didatangkan untuk dijual dengan harga di bawah pasar lokal.
Langkah lain yang disiapkan adalah pelaksanaan operasi pasar murah yang dirangkaikan dengan Safari Ramadan bersama Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah. Operasi pasar tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari asosiasi pedagang pasar, distributor ritel modern, Bulog, hingga pangkalan elpiji.
“Antusiasme masyarakat terhadap operasi pasar selama ini sangat tinggi karena harga yang ditawarkan lebih murah dibandingkan harga pasar,” kata Marlina.
Berdasarkan hasil pemantauan sementara, kondisi harga pangan di Kabupaten Penajam Paser Utara masih relatif terkendali. Bahkan, beberapa komoditas mengalami penurunan harga, seperti cabai yang turun dari sekitar Rp60 ribu per kilogram menjadi Rp35 ribu per kilogram.
Meski demikian, Marlina menegaskan potensi kenaikan harga tetap perlu diantisipasi seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan.


