EKSPOSKALTIM, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyerap beras lokal untuk menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar penyerapan pangan lokal semakin kuat.
"Ada tiga merek beras lokal yang telah melalui uji keamanan dan dinyatakan layak konsumsi untuk menu MBG," ujar Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Penajam Paser Utara Maryumi di Penajam, Selasa (3/12).
Tiga beras lokal tersebut yakni Beras Cap Walet, Sinar Pangan Borneo, dan Beras Tiga Mawar. Semuanya sudah terdaftar dan lolos pemeriksaan keamanan pangan. Ia mengatakan keberadaan beras lokal yang sudah teruji bisa diperkuat dengan penyerapan SPPG untuk menu MBG.
Dinas Ketahanan Pangan juga terus melakukan pengawasan dan uji keamanan, termasuk mendorong penggunaan pangan lokal dalam pelaksanaan Program MBG di Benuo Taka. "Melalui pengawasan ketat dan uji keamanan, makanan Program MBG tidak hanya bergizi, tetapi juga aman, bersih, dan layak untuk dikonsumsi," jelasnya.
Bahan segar seperti buah dan sayur juga diawasi. Pengecekan dilakukan dengan metode sederhana. Sampel dimasukkan ke alat rapid test, ditambahkan reagen, lalu diamati perubahan warnanya. Hasil perubahan warna menentukan ada tidaknya zat berbahaya.
"Kalau buah juga dicek kandungan timbal, sampai saat ini aman, karena setiap sampel dilakukan rapid tes dulu sebelum dinyatakan layak," ungkapnya.
Pengawasan dilakukan langsung sejak pengecekan bahan segar, kebersihan dapur, hingga pengambilan sampel makanan untuk menilai ketahanan aman konsumsi dalam beberapa jam.
Maryumi mengatakan tim rutin melakukan rapid tes terhadap berbagai bahan makanan segar yang digunakan setiap hari untuk menu Program MBG.


