Bontang, EKSPOSKALTIM – Keluhan soal minimnya plang penunjuk jalan dan penerangan di kawasan wisata Bontang Kuala akhirnya menuai perhatian dari pemerintah kota.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, mengatakan telah menghubungi Dinas Perhubungan (Dishub) untuk merespons kebutuhan tersebut.
“Sudah saya telepon langsung waktu itu. Ini harus segera ditangani, terutama soal penerangan di jalan utama dan lorong-lorong,” ujarnya kepada EKSPOSKALTIM, Selasa (15/7).
Menurut Agus, penerangan tetap harus disediakan, meskipun pengadaannya perlu disesuaikan dengan kondisi anggaran.
“Pokoknya harus ada. Kecuali kalau memang di Dishub atau Dinas Perkim sudah ada anggarannya. Kalau belum, bisa dilihat di anggaran perubahan,” tegasnya.
Ia juga menyarankan agar lampu dari titik yang sudah terang bisa dialihkan ke area yang masih gelap.
“Kalau misalnya ada pembangunan di RT sekian dan sudah terang, bisa digeser ke RT lain yang belum,” tambahnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dishub Bontang, Akhmat Suharto, menyebut masalah penerangan di Bontang Kuala termasuk dalam ranah Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkim).
“Itu masuk wilayah permukiman, jadi ranahnya Perkim,” kata Suharto.
Meski begitu, Dishub tetap merespons keluhan soal plang jalan dan kaca cembung. Ia meminta warga untuk menyampaikan usulan resmi melalui RT atau kelurahan.
“Kalau memang butuh, silakan diusulkan. Tapi harus dibahas secara jelas kebutuhannya di mana saja. Semua perlu perhitungan karena ada standar teknis dan biaya,” jelasnya.
Sebelumnya, warga dan wisatawan luar daerah mengeluhkan kebingungan saat menyusuri kawasan wisata di atas laut itu. Tak adanya petunjuk arah dan lampu membuat mereka sulit bernavigasi, apalagi saat malam hari. Warga juga merasa kesulitan menjaga keamanan lingkungan karena gelap.
Menanggapi itu, pada Jumat (11/7), Agus Haris langsung menelepon Suharto di hadapan EKSPOSKALTIM untuk menyampaikan dua laporan warga.
“Pelataran itu gelap, plang jalan juga tidak ada. Jadi tolong ditindaklanjuti,” ucapnya saat itu.
Ia mengaku memilih langsung menelepon karena warga merasa laporan mereka tak pernah ditanggapi.
“Makanya aku langsung telepon ini,” ungkapnya.
Suharto pun menyatakan siap menindaklanjuti. “Enggak apa-apa, siap aja. Kami siap tindak lanjuti,” katanya.
Agus juga meminta agar Dishub dan Perkim berkoordinasi, terutama untuk menindak cepat daerah-daerah yang dianggap rawan kecelakaan akibat gelap.

