Bontang, EKSPOSKALTIM – Pemerintah Kota Bontang menggelar layanan Keluarga Berencana (KB) gratis dan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA Test). Semuanya, dalam rangka peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32.
Kegiatan ini dilaksanakan Selasa (8/7) pagi di Puskesmas Pembantu Kelurahan Bontang Kuala, Kecamatan Bontang Utara.
Kolaborasi antara Kementerian Dalam Negeri melalui Ditjen Bina Pembangunan Daerah, BKKBN Kalimantan Timur, serta sejumlah instansi daerah, termasuk DP3AKB Bontang, PKK, IBI, dan IDI.
Selain pelayanan medis, kegiatan juga diisi dengan sosialisasi KB pasca persalinan di pelataran anjungan Bontang Kuala pada pukul 08.00 WITA, dan seminar KB pria (vasektomi) pada pukul 15.00 WITA di Resto Bontang Nusantara, Kelurahan Belimbing.
Penyuluh KB Bontang Utara, Muhammad Zubair Muin, menyebut pelayanan ini sengaja digelar di Bontang Kuala. Sebab, lokasinya yang cukup jauh dari pusat kota dan memiliki kebutuhan tinggi akan akses layanan kesehatan reproduksi.
“Bontang Kuala ini salah satu daerah pesisir yang memang perlu perhatian dalam pelayanan KB gratis. Antusiasme masyarakat juga cukup tinggi, jauh lebih ramai dibanding kegiatan sebelumnya di tempat lain,” ujarnya.
Menurut Zubair, lebih dari 40 peserta mengikuti layanan kali ini, termasuk tujuh pria yang memilih metode vasektomi.
Sebelumnya, kegiatan serupa digelar di Klinik LNG Badak, namun tingkat partisipasi warga dinilai rendah. “Kalau di LNG Badak sepi. Di sini pesertanya malah sudah lebih 40-an, termasuk laki-laki yang ikut KB,” kata Zubair.
Pelayanan KB yang ditawarkan antara lain alat kontrasepsi jangka panjang seperti IUD dan implan, serta metode lain seperti pil, suntik, kondom, dan vasektomi.
Program ini, kata Zubair, menjadi bagian dari upaya rutin Pemkot dan mitra untuk menekan angka kehamilan yang tidak direncanakan dan mendorong keluarga merencanakan masa depan lebih baik.
“Biasanya kami gelar lima kali dalam setahun. Tujuannya agar masyarakat bisa menghindari risiko melahirkan terlalu muda, terlalu tua, terlalu banyak anak, atau jarak kelahiran yang terlalu rapat,” pungkasnya.

