PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

MOTIVASI ABK TEMUKAN BAKAT, PERAN GURU SLB BETAPA LUAR BIASA

Home Berita Motivasi Abk Temukan Baka ...

MOTIVASI ABK TEMUKAN BAKAT, PERAN GURU SLB BETAPA LUAR BIASA
Kepala SLB Kota Bontang, Syamsul Rijal, berfoto bersama anak didik SLB Kota Bontang, Selasa (2/8). Eksposkaltim/ Nirwana

EKSPOSKALTIM, Bontang - Sekolah Luar Biasa (SLB) hanya memberikan pelayanan pendidikan kepada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), seperti anak Tunanetra, Tunarungu, Tunagrahita, Tunadaksa, dan Tunalaras.

Karena karakteristik dan hambatan yang dimilki anak, maka dari itu anak didik SLB memerlukan bentuk pelayanan pendidikan khusus, yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi yang mereka miliki.

Di SLB Kota Bontang misalnya, di sekolah ini disediakan beberap metode pembelajaran keterampilan bagi anak didik. Selanjutnya, para guru yang ada di SLB ini hanya mendorong, serta mengarahkan anak didik menemukan bakat yang mereka miliki.

“Kami para guru hanya mendorong atau membantu anak untuk mencari bakat yang ia miliki, apa kah dia sukanya menjahit, tata boga, dan lain-lain," Kata Kepala SLB Kota Bontang, Syamsul Rijal, saat ditemui di SLB Kota Bontang, Jalan Kapten Pierre Tendean, Bontang Utara, Selasa (2/8/2016).

Dijelaskannya,  sistem pembelajaran di SLB menerapkan metode pembelajaran keterampilan sejak dini, tujuannya untuk mendidik anak agar dapat mandiri dengan segala kekurangan yang dimiliki sejak lahir.

"Menjadikan anak lebih terampil dalam membuat sesuatu dan menghadapi suatu permasalahan. Dan juga diharapkan, anak lebih dapat bersosialisasi terhadap lingkungan di sekitarnya," ujarnya.

Syamsul menambahkan, setiap ABK dengan masing-masing kekurangan yang dimiliki, mempunyai metode pembelajaran yang berbeda - beda.

"Seperti strategi pembelajaran dalam pendidikan anak tunanetra, pertama-tama guru harus menguasai karakteristik atau strategi pembelajaran yang umum pada anak-anak awas, meliputi tujuan, materi, alat, cara, lingkungan, dan aspek-aspek lainnya," paparnya.

Sedangkan untuk tenaga pengajarnya pun, lanjut Syamsul menambahkan, dipilih dari guru yang benar-benar menguasai dan mengetahui kekurangan si anak didik.

"Artinya guru pengajar itu harus tau anak ini punya kekurangan itu, jadi guru juga bisa membimbing anak agar lebih baik lagi. Harapan kami, kelak anak yang lulus dari SLB ini dapat berguna dimasyarakat, dengan segala kemampuan yang telah ia kuasai selama di SLB ini," cetusnya.


Editor : Maulana
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :