PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Heboh Sumatrana Ular Beracun di Bontang, Damkar: Jangan Evakuasi Mandiri

Home Berita Heboh Sumatrana Ular Bera ...

Heboh Sumatrana Ular Beracun di Bontang, Damkar: Jangan Evakuasi Mandiri
Seekor ular kobra jenis Naja sumatrana muncul di teras rumah warga di Api-Api Bontang Utara. Foto: Damkar

Bontang, EKSPOSKALTIM - Seekor ular kobra jenis Naja sumatrana muncul di teras rumah warga di Jalan Atletik 12, Kelurahan Api-Api, Bontang Utara, Sabtu (7/6) sekitar pukul 19.15 WITA.

Ular sepanjang lebih dari 1 meter itu bersembunyi di rak sepatu sebelum dievakuasi oleh tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang.

Ryan Muhamad, Komandan Regu (Danru) Rescue Regu 2 Mako Disdamkartan, mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga terkait temuan ular berbisa tersebut.

“Kemarin dari masyarakat telpon ke kantor, masyarakat mengatakan ada ular sekitar 4 meteran jenisnya king kobra sedangkan yang terlihat oleh masyarakat naja sumatrana, ular kobra penyembur," jelasnya,

"Merespon telepon tersebut kita (Disdamkartan tim Rescue, Red.) menangani dengan cepat dan langsung ke tempat pelapor,” ujar Ryan kepada EKSPOSKALTIM, Kamis malam (6/7) pukul 20.15 WITA.

Ryan menjelaskan evakuasi dilakukan dengan mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap, seperti helm, grab stick, pengait, kacamata pelindung, senter, sarung tangan, dan karung beras untuk menaruh ular. Semua perlengkapan itu digunakan guna menghindari semburan bisa yang bisa mencapai jarak 2–3 meter.

“Untuk proses evakuasinya menggunakan APD yang lengkap seperti Helm Grab stik, Huk, Kaca mata, Senter dan Sarung tangan juga karung beras untuk menaruh ular, kelengkapan ini digunakan untuk melindungi tim dari semburan bisa yang mencapai 2-3 meter,” paparnya.

Ia menegaskan bisa dari ular kobra penyembur sangat berbahaya karena menyerang sistem saraf, berisiko menyebabkan kelumpuhan, kesulitan bernapas, hingga gagal jantung. Jika tak ditangani segera, korban bisa meninggal dalam hitungan jam.

“Bisa ular tersebut sangat berbahaya dan beracun bagi manusia. Jika terkena mata dapat membuat buta dan kalau terkena bagian kulit yang terluka bisa terjadinya kerusakan saraf, dan dapat menyebabkan kematian,” tambahnya.

Ryan mengimbau masyarakat untuk tidak mengevakuasi ular berbisa secara mandiri dan segera menghubungi Disdamkartan melalui nomor 0548 28113 jika menemukan kejadian serupa.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :