PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Jalan Nasional Kaltim Jadi Hauling, Polres Tabalong Siaga di Perbatasan

Home Berita Jalan Nasional Kaltim Jad ...

Jalan Nasional Kaltim Jadi Hauling, Polres Tabalong Siaga di Perbatasan
Warga di Muara Kate menjaring puluhan truk yang memuat batu bara dari bekas tambang milik PT TMJ untuk pasokan pembangkit listrik pabrik semen di Tabalong, Senin 2 Juni dini hari. Foto: Dok. Ekspos

Tanjung, EKSPOSKALTIM - Kapolres Tabalong, AKBP Wahyu Ismoyo, angkat bicara soal kemunculan truk-truk batu bara yang menyusupi jalan nasional di Kalimantan Timur menuju Kalimantan Selatan. Ia menyebut praktik tersebut menyalahi aturan.

Ismoyo mengaku heran, sebab selama ini PT Conch hanya menerima pasokan untuk pembangkit listrik internal dari tambang PT Mantimin yang juga berlokasi di Tabalong.

"Dan hauling mereka [Mantimin] di jalan raya sudah kami bersihkan. Sesuai perintah Kapolda, tidak boleh hauling di jalan raya," tegasnya kepada EKSPOKALTIM.

Sebagai langkah cepat, Polres Tabalong akan meningkatkan patroli, terutama di perbatasan Kaltim–Kalsel, tepatnya wilayah Jaro. Fokus yang sebelumnya diarahkan ke Banjar, kini mulai digeser menyusul temuan pola distribusi baru.

"Kami akan tindaklanjuti," singkatnya.

Ismoyo kembali menegaskan larangan truk tambang menggunakan jalan umum. Arahan Kapolda Kalsel itu, kata dia, wajib dipatuhi demi keselamatan masyarakat dan menjaga infrastruktur jalan.

"Kami tetap berpedoman pada arahan pimpinan. Ini jadi perhatian serius di wilayah hukum Polda Kalsel, termasuk Polres Tabalong," tambahnya, didampingi Kasi Humas Iptu Joko.

Tragedi di Muara Kate

Catatan EKSPOKALTIM menunjukkan PT Mantimin selama setahun terakhir memakai jalan nasional di Kalsel untuk mengangkut batu bara ke Desa Rangan di Kaltim. Namun setelah tragedi Muara Kate yang menewaskan tokoh masyarakat Russell, rute pengangkutan diam-diam dialihkan ke arah Banjar.

Russell dikenal sebagai figur vokal yang menolak hauling batu bara lewat jalan negara. Hingga kini, pelaku pembunuhannya belum tertangkap.

Selasa dini hari (2/6), konvoi truk batu bara kembali terlihat di jalan nasional kawasan Muara Kate, perbatasan Kaltim–Kalsel. Warga berhasil menghentikan puluhan truk yang baknya ditutup terpal.

Para sopir mengaku membawa batu bara dari bekas tambang PT TMJ di Desa Busui, untuk dipasok ke pabrik semen PT Conch.

"Kami sengaja menghentikan truk-truk ini sebagai bukti bahwa masih ada hauling yang menggunakan jalan raya," jelas Warta Linus, perwakilan warga Muara Kate.

Rentetan Panjang Konflik

Konflik warga Paser dengan aktivitas tambang bukan hal baru. Sejak 2023, truk-truk tambang bebas melintasi jalan umum dan berbaur dengan kendaraan warga. Akibatnya, jalan rusak parah. Lubang setinggi lutut menganga di banyak titik. Saat hujan, lubang-lubang itu tak terlihat, dan risiko kecelakaan meningkat.

Kondisi ini memicu kemarahan warga di Batu Kajang, sekitar 40 kilometer dari Muara Kate. Mayoritas emak-emak turun ke jalan, memblokade lalu lintas dengan kursi plastik. Tapi truk-truk batu bara tetap nekat menerobos.

1 Mei 2024, seorang ustaz muda bernama Teddy, baru menikah, tewas diduga ditabrak truk batu bara di Songka. Oktober berikutnya, Pendeta Veronika menyusul di tanjakan Marangit tewas setelah truk gagal menanjak.

Puncaknya, 15 November 2024, posko warga Muara Kate diserang orang tak dikenal saat subuh. Russell tewas, Anson kritis.

Tiga hari berturut-turut, 15–17 April 2025, ribuan warga menggelar aksi damai di depan Kantor Gubernur Kaltim dan DPRD Kalsel. Tuntutan merea hentikan hauling ilegal yang membahayakan warga.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%50%0%0%0%0%0%50%
Sebelumnya :
Berikutnya :