PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Kronologi Kelam Hubungan Juwita dan Prajurit TNI Jumran

Home Berita Kronologi Kelam Hubungan ...

Kronologi Kelam Hubungan Juwita dan Prajurit TNI Jumran
Prajurit TNI AL Jumran lebih dulu memerkosa Juwita.

EKSPOSKALTIM, JAKARTA – Tragedi meninggalnya wartawati muda, Juwita, perlahan mengungkap kenyataan yang mengejutkan. Hubungan antara Juwita dan Kelasi Satu TNI AL, Jumran, ternyata jauh dari perkiraan. Jumran justru berniat menikahi Juwita setelah diduga memperkosanya lebih dulu.

“Kami menemukan dugaan kuat setelah mengumpulkan bukti dan menggali cerita dari pihak keluarga korban,” ujar kuasa hukum keluarga Juwita, Muhammad Pazri, Jumat (4/4).

Pertemuan keduanya terjadi pada September 2024, berawal dari interaksi di media sosial. Setelah saling mengenal, mereka mulai bertukar nomor telepon dan menjalin komunikasi.

Sekitar akhir Desember, tepatnya antara tanggal 25–30, Jumran yang mengaku lelah setelah latihan MMA meminta Juwita untuk memesankan kamar hotel di Banjarbaru. Tanpa curiga, Juwita mengikuti permintaan tersebut.

“Pelaku datang ke hotel dengan alasan hanya ingin beristirahat. Namun, setelah masuk kamar, pelaku langsung mengunci pintu, mendorong korban ke dalam, memiting, dan mulai melecehkan secara fisik,” ungkap Pazri.

Juwita sempat merekam kejadian tersebut dalam sebuah video singkat berdurasi lima detik, sebagai bukti.

Cerita yang Baru Terungkap Sebulan Kemudian

Baru pada akhir Januari 2025, Juwita menceritakan kejadian itu kepada kakak iparnya. Pihak keluarga mulai curiga karena Juwita terlihat stres dan berubah secara emosional.

Setelah mendengar cerita langsung dari Juwita, kakak iparnya mencoba menghubungi Jumran menggunakan nomor yang diambil dari ponsel Juwita. Jumran sempat datang ke rumah keluarga korban pada 27 Januari, tanpa banyak bicara, namun menunjukkan itikad baik.

Beberapa hari kemudian, pada 5 Februari, keluarga Jumran datang melamar secara adat Banjar, meski Jumran sendiri tak ikut hadir. Setelah lamaran itu, komunikasi antara kedua belah pihak mendadak terputus. Jumran diketahui pindah tugas ke Balikpapan tanpa memberi kabar kepada Juwita maupun keluarganya.

“Keluarga kembali menghubungi Jumran dan sempat mengirimkan rekaman video hotel. Tapi sejak itu tak ada komunikasi lagi. Terakhir kontak terjadi pada 17 Maret,” kata Pazri.

Pemerkosaan Berujung Pembunuhan

Menurut Pazri, dari sini mulai terlihat bahwa awalnya ada itikad pelaku untuk bertanggung jawab. Namun, seiring waktu, arah hubungan berubah dan berakhir tragis.

Juwita malah ditemukan tewas di pinggir jalan menuju Desa Kiram, Banjar, pada Sabtu (22/3). Saat itu ia masih mengenakan helm, sementara motornya terperosok di semak-semak. Warga yang menemukan jasadnya segera melapor dan membawanya ke RSUD Idaman Banjarbaru.

Awalnya, pihak berwenang menduga itu hanyalah kecelakaan tunggal. Namun, sejumlah kejanggalan terkuak. Terdapat luka lebam di leher, punggung, dan dagu. Ponsel serta dompet korban hilang, namun motornya masih ada di lokasi.

Penyelidikan lebih lanjut pun dilakukan. Dari laptop milik korban, ditemukan jejak percakapan terakhir Juwita dengan Jumran, termasuk petunjuk arah yang dikirim pelaku untuk pertemuan terakhir mereka.

Padahal, mereka sudah merencanakan pernikahan pada Mei 2025. Lamaran pun telah dilakukan—walau tanpa kehadiran Jumran.

Indikasi Pembunuhan Berencana

Pazri menyatakan semua bukti mengarah pada dugaan pembunuhan berencana. Jumran diketahui memesan tiket pesawat dengan identitas palsu dan bahkan menghancurkan kartu identitasnya sendiri setelah kejadian.

“Ada unsur kesengajaan dan perencanaan yang cukup matang. Bahkan mobil yang digunakan pelaku diduga kuat menjadi tempat eksekusi korban,” jelas Pazri.

Keluarga juga merasa hilangnya barang-barang pribadi Juwita memperkuat dugaan bahwa pembunuhan ini tak hanya soal hubungan pribadi, tetapi bisa saja menyimpan motif lain yang lebih dalam.

"Yang menjadi perhatian utama kami adalah ditemukannya cairan putih dalam jumlah cukup banyak di rahim korban, serta adanya luka-luka yang mencurigakan. Hal ini harus ditelusuri lebih lanjut," pungkas Pazri. 


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%67%17%17%
Sebelumnya :
Berikutnya :