EKSPOSKALTIM, Bontang – Rokok merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia, dan satu-satunya produk legal yang membunuh hingga setengah penggunannya. Survey yang dilakukan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia di tahun 2007silam menyebutkan, sekitar 46 orang Indonesia meninggal dunia setiap jamnya karena penyakit yang berhubungan dengan merokok.
Menurut dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit PT Badak NGL Hanif, kebiasaan merokok sedikitnya menyebabkan 30 jenis penyakit pada manusia. “Penyakit yang timbul akan tergantung dari kadar zat berbahaya yang terkandung, kurun waktu kebiasaan merokok, dan cara menghisap rokok. Semakin muda seseorang mulai merokok, makin besar risiko orang tersebut mendapat penyakit saat tua,” kata Hanif saat ditemui di RS PT Badak NGL, jum’at (29/7) pagi tadi.
Dijelaskannya, dalam satu batang rokok mengandung sekitar 7.000 zat kimia, 200 jenis diantaranya bersifat karsinogenik, yaitu zat yang merusak gen dalam tubuh, sehingga memicu terjadinya kanker seperti kanker paru, emfisema, dan bronkitis kronik.
Zat itu juga memicu kanker lain seperti kanker nasofarings, mulut, esofagus, pankreas, ginjal, kandung kemih, dan rahim. Aterosklerosis atau pangerasan pembuluh darah bisa menyebabkan penyakit jantung, hipertensi, risiko stroke, menopause dini, osteoporosis, kemandulan, dan impotensi.
“Racun rokok terbesar dihasilkan oleh asap yang mengepul dari ujung rokok yang sedang tak dihisap. Sebab asap yang dihasilkan, berasal dari pembakaran tembakau yang tidak sempurna. Asap rokok mengandung sejumlah zat yang berbahaya seperti benzen, nikotin, nitrosamin, senyawa amin, aromatik, naftalen, ammonia, oksidan sianida, karbon monoksida benzapirin, dan lain-lain,” pungkasnya
Lebih lanjut, partikel tersebut akan mengendap di saluran napas dan sangat berbahaya bagi tubuh. Endapan asap rokok juga mudah melekat di benda- benda di ruangan dan bisa bertahan sampai lebih dari 3 tahun, dengan tetap berbahaya.
Melalui media ini, dokter Hanif berpesan bagi para perokok untuk berhenti merokok sebelum terlambat. Karena semakin banyak rokok yang kita hisap, makan akan semakin banyak zat – zat yang berbahaya masuk kedalam tubuh kita.
“Semakin banyak rokok, semakin banyak zat – zat berbahaya seperti zat yang merusak gen dalam tubuh, sehingga memicu terjadinya kanker seperti kanker paru, emfisema, dan bronkitis kronik. Maka dari itu, hentikan rokok sebelum terlambat. Memang gejalanya tidak langsung terlihat, tapi gejalanya bertahap.” tandasnya (*)

