PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Berangnya Menteri PPPA Prajurit TNI AL Bunuh Wartawati

Home Berita Berangnya Menteri Pppa Pr ...

Berangnya Menteri PPPA Prajurit TNI AL Bunuh Wartawati
Jumran, prajurit terduga pembunuh wartawati Juwita. Foto: Istimewa

EKSPOSKALTIM, Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengutuk keras tindakan prajurit TNI AL bernama Jumran yang diduga menghabisi Juwita, seorang wartawati di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Arifah menegaskan bahwa pelaku yang merupakan kekasih korban harus menerima hukuman maksimal sebagai efek jera bagi pihak lain. "Tindakan ini tidak dapat ditoleransi terhadap siapa pun. Oleh karena itu, kami berharap kasus ini segera diusut tuntas dan pelaku dijatuhi hukuman seberat-beratnya," ujar Arifah, baru tadi. 

Menteri PPPA juga akan berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) PPPA Kalimantan Selatan untuk memastikan kasus ini mendapat perhatian serius.

"Kami baru mengetahui kabar ini, tetapi yang jelas kami sangat prihatin. Kejadian tidak manusiawi seperti ini seharusnya tidak menimpa siapa pun, termasuk jurnalis," tambahnya, seperti dikutip dari Antara.

Awalnya Dikira Kecelakaan

Pada awalnya, kematian Juwita diduga akibat kecelakaan tunggal. Namun, setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, ditemukan banyak kejanggalan. Tubuhnya mengalami luka di dagu, lebam di punggung serta leher, sementara dompet dan ponselnya hilang. Anehnya, motor korban masih berada di lokasi kejadian.

Juwita ditemukan tak bernyawa di tepi jalan menuju Desa Kiram, Banjar, pada Sabtu (22/3). Saat ditemukan, ia masih mengenakan helm, sementara motornya terperosok ke semak-semak. Warga yang menemukan jasadnya segera membawanya ke RSUD Idaman Banjarbaru.

Polisi mulai mencurigai adanya unsur kekerasan setelah menemukan bukti tambahan. Salah satunya berasal dari laptop korban yang mengungkap percakapan terakhirnya dengan sang kekasih, seorang prajurit TNI AL berinisial J, yang bertugas di Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Balikpapan. Dalam pesan tersebut, J mengajak korban bertemu dan bahkan mengirim petunjuk arah sebelum kejadian.

Sebelumnya, Komandan Detasemen Polisi Militer (Dandenpom) Pangkalan TNI AL Balikpapan, Mayor Laut PM Ronald Ganap, membenarkan adanya keterlibatan seorang prajurit dalam kasus ini.

"Oknum tersebut berinisial J, berpangkat Kelasi Satu, dan baru satu bulan bertugas di Lanal Balikpapan setelah sebelumnya berdinas di Lanal Banjarmasin," ungkapnya di Balikpapan, Rabu (26/3).

Kelasi Satu J, yang berasal dari Kendari, Sulawesi Tenggara, dan telah mengabdi selama empat tahun di TNI AL, kini telah diamankan oleh Polisi Militer Lanal Balikpapan.

"Kami menegaskan bahwa proses hukum akan berjalan secara transparan sesuai instruksi pimpinan TNI AL. Tidak ada yang ditutup-tutupi," lanjut Ronald.

 


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :