EKSPOSKALTIM, JAKARTA – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali memberikan respons tegas terkait kasus pembunuhan Juwita (22), seorang wartawati media online di Banjarbaru. Korban diketahui dibunuh oleh seorang prajurit TNI Angkatan Laut.
KSAL menegaskan bahwa pelaku harus mendapat hukuman berat. “Kami akan menghukumnya dengan berat!” kata Ali singkat kepada wartawan di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (27/3).
Awalnya Dikira Kecelakaan, Ternyata Dibunuh
Pada awalnya, kematian Juwita diduga akibat kecelakaan tunggal. Namun, setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, ditemukan banyak kejanggalan. Tubuhnya mengalami luka di dagu, lebam di punggung serta leher, sementara dompet dan ponselnya hilang. Anehnya, motor korban masih berada di lokasi kejadian.
Juwita ditemukan tak bernyawa di tepi jalan menuju Desa Kiram, Banjar, pada Sabtu (22/3). Saat ditemukan, ia masih mengenakan helm, sementara motornya terperosok ke semak-semak. Warga yang menemukan jasadnya segera membawanya ke RSUD Idaman Banjarbaru.
Polisi mulai mencurigai adanya unsur kekerasan setelah menemukan bukti tambahan. Salah satunya berasal dari laptop korban yang mengungkap percakapan terakhirnya dengan sang kekasih, seorang prajurit TNI AL berinisial J, yang bertugas di Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Balikpapan. Dalam pesan tersebut, J mengajak korban bertemu dan bahkan mengirim petunjuk arah sebelum kejadian.
Fakta Baru: Sudah Dilamar oleh Pelaku
Fakta mengejutkan muncul dalam penyelidikan. Kakak korban, Subpraja Ardinata, mengungkap bahwa prajurit J ternyata telah melamar Juwita.
“Sudah ada prosesi lamaran, tetapi yang bersangkutan (Kelasi J) tidak hadir secara langsung. Ia hanya diwakilkan oleh ibunya dan kakaknya,” ujar Subpraja dalam wawancara dengan tvOne, Kamis (27/3/2025).
Ia juga mengaku bahwa keluarganya tak begitu mengenal J secara pribadi karena tidak pernah bertatap muka langsung dengannya. Setelah lamaran tersebut, keluarga mulai mempersiapkan pernikahan Juwita dengan J, yang rencananya akan digelar pada Mei 2025.
Namun, takdir berkata lain. Kini, keluarga Juwita berharap agar kasus ini diungkap secara transparan tanpa ada yang ditutup-tutupi. “Harapan kami, kasus ini diselidiki hingga tuntas,” tegas Subpraja.
Kasus ini menyita perhatian publik. Banyak pihak menuntut keadilan bagi Juwita, seorang jurnalis muda yang seharusnya menjalani kehidupan baru, tetapi malah meregang nyawa secara tragis.

