EKSPOSKALTIM.COM - Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan BMKG Balikpapan Diyan Novrida mengatakan jumlah titik panas (hot spot) di Kaltim terdeteksi menurun.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan mendeteksi penurunan dari 32 titik pada Senin (1/1/2024) menjadi 4 titik pada Selasa (2/1/2024).
"Sebanyak empat titik panas ini terpantau sepanjang Selasa (2/1/2024), mulai pukul 01.00 hingga 24.00 WITA," ujarnya, Rabu (3/1/2024).
Informasi sebaran titik panas ini sudah disampaikan ke pihak terkait, terutama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tingkat provinsi maupun kabupaten masing-masing agar dapat dilakukan tindakan lebih lanjut.
Diyan bilang, saat ini sudah memasuki musim hujan, namun masih ada sejumlah kawasan yang tidak terjadi hujan dalam beberapa hari yang menyebabkan daun dan ranting mengering, sehingga mudah terbakar.
“Kami mengimbau kepada semua pihak tetap waspada dan sama-sama mencegah adanya penambahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seperti tidak melakukan pembakaran di hutan maupun lahan,” sebutnya.
Ia menyampaikan sebelumnya yang terdeteksi 32 titik panas tersebut tersebar di tiga kabupaten di Kaltim, yakni Kabupaten Paser satu titik, Kutai Timur 28 titik dan Kutai Kartanegara tiga titik.
Sedangkan empat titik panas yang terpantau kemarin tersebar di tiga kabupaten, yakni Kutai Timur dua titik, Kutai Kartanegara satu dan Kabupaten Berau satu titik. Sebaran titik panas tersebut dua titik di Kutai Timur, keduanya berada di Kecamatan Bengalon, Kutai Kartanegara di Kecamatan Kenohan, dan di Berau di Kecamatan Segah, semua titik panas tersebut memiliki tingkat kepercayaan menengah. (pos)

