04 Agustus 2021
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Meski Pandemi, Target Investasi Tahun 2020 Tercapai


Meski Pandemi, Target Investasi Tahun 2020 Tercapai
Meski Pandemi, Target Investasi Tahun 2020 Tercapai. (ist)

EKSPOSKALTIM.COM, Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) membukukan realisasi investasi. Secara kumulatif, pencapaian realisasi investasi tahun 2020 (Januari-Desember) berhasil
mencapai Rp826,3 triliun atau 101,1% dari target Rp817,2 triliun.

Sepanjang tahun 2020, realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp413,5 triliun (50,1%), sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp412,8 triliun (49,9%). Perolehan pada tahun 2020 tersebut mampu menyerap hingga 1.156.361 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dengan total 153.349 proyek investasi.

Baca juga : Kominfo Ajak Operator Seluler Segera Implementasikan 5G

Meskipun kondisi perekonomian nasional sempat mengalami kontraksi akibat pandemi COVID-
19, target investasi tahun 2020 sebesar Rp817,2 triliun bisa tercapai.
Ada kenaikan sekitar Rp9 triliun. PMDN berkontribusi lebih besar dibandingkan PMA.

Di era pandemi COVID-19, peran PMDN sangat luar biasa sebagai benteng pertahanan realisasi investasi. Jadi BKPM tidak hanya urus investor asing saja. Lima tahun terakhir investasi kita sudah mulai berimbang antara PMA dengan PMDN.

"Memang kalau kita melihat kondisi dari tahun lalu, dimana kita mulai COVID-19, dimana semua negara-negara di dunia mengalami hal yang sama, stagnasi pertumbuhan ekonomi, dan tentunya salah satunya di bidang investasi.

"Nah, tapi bisa lihat kenyataan, bahwasannya kita masih tetap bisa tumbuh investasinya sebesar 101%. Nah memang, itu adalah merupakan
tanda bahwasannya Indonesia masih dipercaya, baik oleh penanam modal di dalam negeri maupun penanam modal dari luar negeri," kata Direktur Pengembangan Promosi Kementerian
Investasi, Ricky Kusmayadi pada Diskusi Media (Dismed) Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) yang
digelar secara virtual bertajuk “Strategi Indonesia Meraih Investor”, Senin (14/6/2021).

Hingga saat ini, lanjut Ricky, negara yang masih mendominasi investasi di Indonesia adalah Singapura, karena memang Singapura menjadi hub financial sector dan juga hub Foreign Direct Investment (FDI) di kawasan. Kemudian ada Hongkong dan Tiongkok (RRT).

"Tingkok, yang sebelumnya masih di luar lima besar, dalam 2-3 tiga tahun terakhir makin meningkat investasinya dan msuk lima besar PMA di Indonesia," ujar Ricky.

Ia menambahkan, ke depan perlu ada strategi yang lebih atraktif untuk meningkatkan investasi. Tentunya, dengan adanya UU Cipta Kerja akan menjadi sebuah poin bagi Indonesia untuk bisa meningkatkan investasi.
Pada tahun 2021, realisasi investasi triwulan I tahun 2021 mencapai Rp219,7 triliun. Angka ini berkontribusi sebesar 25.5% terhadap target nasional sebesar Rp900 triliun.

Beberapa poin penting capaian realisasi investasi Triwulan I adalah (i) realisasi investasi di luar Pulau Jawa meningkat 11,7% dibandingkan dengan tahun 2020 pada periode yang sama, (ii) industri manufaktur mendominasi capaian realisasi investasi yaitu industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya; industri makanan; dan industri kendaraan bermotor dan
alat transportasi lain, (iii) Negara Swiss dalam pertama kalinya masuk peringkat ke-5 besar PMA tertinggi sebagai kontributor FDI di Indonesia,.

Pertumbuhan investasi PMDN pada Triwulan I Tahun 2021 meningkat sebesar 4,2%, dari Rp 103,6 triliun di Triwulan IV Tahun 2020 menjadi Rp 108,0 triliun di Triwulan I Tahun 2021. Investasi PMA pada Triwulan I Tahun 2021 meningkat 14,0% dibanding Triwulan I Tahun 2020 dari Rp 98,0 triliun menjadi Rp 111,7 triliun. Realisasi investasi PMA mencapai 50,8% dari capaian realisasi triwulan I tahun 2021.

Ricky memaparkan, dalam mencapai target investasi tahun 2021 sebesar Rp900 triliun, pihaknya selalu optimis, baik dalam merencanakan maupun dalam merealisasikan apa yang
sudah ditargetkan oleh Bapak Presiden. Dalam mencapai target tersebut, sebagai poin yang awal adalah dengan terbentuknya
Kementerian Investasi yang memiliki fungsi regulasi.

"Dengan adanya fungsi regulasi ini, tentunya dengan turunan UU Cipta Kerja, BKPM bisa mengedepankan mana saja sektor-sektor investasi yang menjadi kewenangan BKPM.
Salah satunya adalah melalui Online Single Submission (OSS) sebagai sistem yang mengintegrasikan seluruh pelayanan perizinan berusaha," ujarnya.

"Dengan adanya OSS yang sifatnya menjadi sentralisasi perizinan semuanya dilakukan melalui
online. Sehingga calon investor tidak perlu lagi'tawaf' keliling kementerian atau daerah. Jadi
semua sudah online. Itu sih ke depan," sambung Ricky.

Baca juga : BMKG : Antisipasi Potensi Karhutla di Musim Kemarau 2021

Untuk merealisasikan target investasi 2021, Kementerian Investasi juga akan melakukan beberapa hal. Pertama, tentunya menggerakan Satgas Percepatan Investasi yang di pimpin oleh Menteri Investasi. Ini merupakan suatu kunci percepatan realisasi investasi.

Kedua, Kementerian Investasi akan melakukan targeted investor. "Artinya kita berpromosi di luar di tempat investor-investor yang menjadi target. Saat ini ada 8 Indonesia Investment
Promotion Centre (IIPC) yang merupakan garda terdepan dalam melakukan promosi dan fasilitasi bagi investor," ujar Ricky.

Reporter : Rilis FMB9    Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0