EKSPOSKALTIM, Bontang - Setiap pengusaha tentunya berharap keuntungan dari usaha yang dimilikinya. Namun dibalik itu, seyogyanya pengusaha juga menjadikan usaha tersebut sebagai media dalam menyalurkan jiwa sosial yang dimilikinya.
Seperti yang dilakukan perempuan kelahiran Bali 21 oktober 34 tahun silam ini dalam mengelola teh poci yang digarapnya sejak 1 tahun silam, dan air mineral isi ulang sejak awal Nopember 2015 lalu. Dalam mengelola kedua usaha ini, perempuan bernama lengkap Ni Made Ariani memberdayakan remaja putus sekolah untuk bekerja di dua usaha yang dimilikinya itu.
Ariani –sapaan akrabnya—mengungkapkan, mempekerjakan para remaja putus sekolah tersebut setidaknya memberikan sedikit kebahagiaan tersendiri bagi dirinya. Dan tentunya, ibu dari Tiran Adi surya (6) dan Devdan Narendra (2) ini secara tidak langsung telah memberikan penghidupan bagi remaja putus sekolah tersebut.
“Mereka ini anak-anak putus sekolah semua bang. Dan tentunya, kalau mereka mau bekerja seperti di Mall atau di tempat yang syaratnya harus memiliki ijasah, pastinya mereka sudah tidak diterima karena tak memiliki itu. Maka dari itu usaha kecil yang saya kelolah ini, ingin membantu mereka dengan mempekerjakan mereka disini hanya dengan modal kepercayaan aja,” ungkap istri Made Yudha Artawan (45) ini kepada Tim Ekspos Kaltim. Jumat (8/7/2016).
Ariani menambahkan, dalam mempekerjakan mereka, dirinya tak pernah menuntut sejumlah syarat seperti yang dilakukan pemilik usaha pada umumnya jika ingin merekrut karyawan. Selain hanya modal kepercayaan itu tadi, para karyawan Ariani merasa nyaman untuk bekerja karena tidak diikat dengan aturan yang membuat kebanyakan pekerja tidak betah dan memilih keluar. Selain itu, para karyawannya ini juga diberi keleluasan dalam mengelolah usaha, dan gaji yang setimpal dari hasil kerja keras mereka tersebut.
“Disini mereka bebas, saya percayakan mereka mengelolah usaha itu sendiri dengan modal kepercayaan saja. Selain mereka belajar membuat usaha, mereka pun mendapatkan gaji yang setimpal dengan hasil yang mereka dapatkan. Jadi saya hanya tinggal mengawasi saja, dan juga membantu mereka jika mereka terlihat kewalahan dengan pembeli,” tukasnya.(*)

