02 Desember 2020
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Opini : Fenomena LGBT di Indonesia Dalam Kajian Islam dan Aturan Hukum


Opini : Fenomena LGBT di Indonesia Dalam Kajian Islam dan Aturan Hukum
Ummi Lailatul Ula (Mahasiswi IAIN Samarinda)

EKSPOSKALTIM.COM - Akhir-akhir ini banyak sekali kita jumpai berbagai kasus mengenai LGBT, seperti kasus penggerebekan pesta gay yang dilakukan oleh kelompok LGBT di salah satu apartemen di daerah Jakarta Selatan, dan kasus beberapa anggota TNI dan Polri yang terbukti terlibat dalam kelompok LGBT.

Istilah LGBT sendiri sudah tidak asing lagi di masyarakat kita, bahkan ada beberapa tokoh ataupun pekerja seni yang terang-terangan mengaku sebagai kelompok LGBT ini.

LGBT adalah singkatan dari Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender. Yaitu, suatu kelompok yang banyak menimbulkan kontroversi di masyarakat. Kelompok ini berisikan mereka yang menyukai sesama jenis, mereka yang berganti gender dan mereka yang menyukai lawan jenis sekaligus sesama jenis. Yang mana perbuatan ini jelas bertentangan dengan kodrat dan fitrah manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang diciptakan berpasang-pasangan, yaitu laki-laki dan perempuan.

Tonton juga video : Libur Nasional, Disnaker Bontang Tutup Pelayanan

Tuhan menciptakan manusia dengan sebaik-baik penciptaan dengan akal dan hati nurani. Pada dasarnya, Tuhan memberikan akal pada manusia agar dapat memikirkan bagaimana besar kuasa-Nya bukan untuk menyanggah ataupun menyalahi aturan-Nya.

Hal ini juga bertentangan dengan UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Dalam Pasal 1 menyebutkan bahwa, pernikahan hanya terjadi antara laki-laki dan perempuan.

Dalam ajaran Islam LGBT bukanlah hal yang baru dan pernah terjadi pada zaman Nabi Luth as, pada kaumnya yaitu kaum Sodom dan hal ini termaktub dalam Al Qur’an surah al-A’raf ayat 81 yang berbunyi,

Innakum lata’tunar rijala ssyahwatam min dunin nisa’ bal antum qaumum musrifun

Artinya: “Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka) bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas”.

Baca Juga : Opini : Demo Itu Hak Untuk Kritis Bukan Anarkis

Dan dalam ayat lainnya menjelaskan bahwa Allah Swt membinasakan kaum Sodom dengan menghujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar. Dari sini sangat jelas bahwa perilaku LGBT bukanlah hal yang benarkan dalam Islam.

Dan berbicara mengenai HAM, HAM di Indonesia bersumber dari Pancasila yang berarti bahwa pelaksanaannya harus tetap sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan aturan hukum yang berlaku di Indonesia.

Mengenai LGBT, hal ini tentu saja bertentangan dengan Pancasila, moralitas bangsa dan aturan hukum di Indonesia. Dan dalam HAM hak-hak mereka sebagai warga negara tetap dilindungi, artinya negara tetap tidak boleh melakukan segala diskriminasi dalam bentuk apapun, dalam hal pendidikan dan lainnya.

Tetapi mengenai legalitas ataupun untuk memberikan pengakuan eksistensi tetap tidak bisa dilakukan, dengan segala pertimbangan yang ada.

Tonton juga video :  Reses di Bontang, Sutomo Jabir Soroti Tenaga Kerja Lokal dan Pelabuhan Loktuan

Maka dapat dikatakan bahwa LGBT merupakan sebuah tindakan penyimpangan yang tidak boleh dilakukan, karena bertentangan dengan kodrat dan fitrah manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling mulia dan tidak pantas rasanya untuk melakukan perbuatan yang hina dan keji seperti itu.

Penulis: Ummi Lailatul Ula (Mahasiswi IAIN Samarinda)

Artikel di atas menjadi tanggung jawab penulis, bukan redaksi EKSPOSKaltim.com

Reporter :     Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0