26 November 2020
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Opini : Phubbing dan Dampaknya di Lingkungan Sosial


Opini : Phubbing dan Dampaknya di Lingkungan Sosial
Rabiatul Adawiyah, Mahasiswi IAIN Samarinda Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam. (ist)

EKSPOSKALTIM.COM - Dewasa ini, gadget menjadi barang yang paling penting dalam kehidupan manusia. Jika Gadget tertinggal, kita pasti akan merasakan kegelisahan. Karena ketika kita tidak membawa gadget pasti akan merasakan kesepian sekalipun kita berada di tengah banyak orang.

Hal ini disebabkan, mayoritas orang sibuk dengan gadgetnya meskipun berada di tempat yang sama. Fenomena inilah yang disebut phubbing.

Phubbing adalah singkatan dari “phone” dan “snubbing” yang artinya “telepon” dan “cerca”. Secara istilah phubbing adalah kesibukan seseorang menggunakan handphone dan mengabaikan orang di hadapannya. Phubbing diartikan sebagai perilaku tidak mengindahkan orang lain, sibuk dengan gadget, kecanduan gadget.

Pelaku Phubbing ini biasa disebut phubbers, yakni orang yang terus menerus mengecek notifikasi, sosial media, atau chatting menggunakan gadget.

Baca Juga: Puncak Banjir Rob Terlewati, BPBD Bontang Imbau Warga Tetap Waspada

Phubbing ini sudah menjadi hal biasa dalam kehidupan. Phubbing tidak hanya dilakukan oleh remaja. Tetapi juga anak-anak, bahkan orang dewasa hampir disegala momen dan tempat. Tidak hanya sendiri bahkan saat berkumpul dengan banyak orang.

Banyak sekali fenomena phubbing yang sering kita temui. Contohnya, seperti saat makan bersama disebuah restaurant. Ketika makanan dihidangkan, semua sibuk memotret makanan dan langsung menggugah fotonya ke sosial media. Dalam waktu 1-2 menit, akan muncul komentar, lagi-lagi disibukkan dengan menjawab komentar yang tidak ada habisnya.

Hal ini hampir dilakukan oleh masing-masing orang. Sampai makanan dinginpun, belum ada percakapan yang dilontarkan dalam perkumpulan itu.

Fenomena selanjutnya, setiap kali handphone berdering, orang akan merespon dengan cepat dan menghentikan pembicaraan dengan lawan bicara di depannya. Dalam waktu singkat sekitar dua menit, pasti saja kita ataupun lawan bicara melirik ke layar gadget untuk memeriksa notifikasi sosial media. Kita juga sering melihat, orang yang berjalan di mall tapi mata tetap tertuju pada gadgetnya. 

Baca Juga: Opini : Efek Media Sosial Dalam Mempengaruhi Perilaku Remaja

Saat sering melakukan phubbing, secara otomatis kita memutuskan komunikasi di dunia nyata. Seringnya berkomunikasi melalui sosial media, akan membuat kita malas untuk berkomunikasi secara langsung. Padahal, komunikasi yang baik adalah komunikasi yang disampaikan secara langsung. Selain melatih kita menyampaikan suatu pesan, ini juga dapat memudahkan kita bersosialisasi dengan orang lain, khususnya orang yang baru dikenal.

Phubbing ini terlihat sepele, nyatanya banyak dampak buruk terjadi disebabkan olehnya. Phubbing dapat menjadikan kita anti sosial. Kita akan dianggap menjadi orang yang menyebalkan, karena terkadang tidak merespon dan tidak nyambung ketika diajak berkomunikasi.

Korban phubbing akan merasa terasingkan, tak dihargai, bahkan tersinggung. Pasangan yang sering melakukan phubbing  juga punya resiko depresi tinggi. Hal ini juga dapat menjadi penyebab hancurnya kedekatan dengan kerabat, semua yang dekat akan menjadi jauh, dan hubungan asmarapun dapat berujung kandas.

Dari pembahasan diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa phubbing ini bukan hal yang sepele. Jadi, kita tidak harus berhenti menggunakan gadget, tapi setidaknya kita mengurangi phubbing sebisa mungkin.

Baca Juga: Lima Penambang Emas Tewas di Tambang Ilegal Bulungan

Mari sama-sama kita menghargai orang-orang yang berada disekitar kita. Waktu tidak akan pernah kembali, karena itu jangan habiskan waktu kita hanya dengan gadget.

Berbagi cerita dengan keluarga, kerabat, sahabat, dapat menjadikan kita merasa semakin dekat, saling mencintai dan menyayangi. Jangan sampai handphone yang kita beli dengan susah payah, menjadikan kita jauh dari kerabat, sahabat, bahkan memisahkan kita dari saudara, orang tua, anak, suami dan Istri sendiri.

Bijaklah dalam menggunakan gadget, dengan menyesuaikan waktu dan tempat dalam menggunakannya dan stop phubbing !

Penulis : Rabiatul Adawiyah (Mahasiswi IAIN Samarinda Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam)

Artikel di atas menjadi tanggung jawab penulis, bukan redaksi EKSPOSKaltim.com

Reporter :     Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%100%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0