05 Desember 2020
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Opini : Bisakah Siswa Sekolah Dasar Belajar Tatap Muka Selama Pandemi Covid-19?


Opini : Bisakah Siswa Sekolah Dasar Belajar Tatap Muka Selama Pandemi Covid-19?
Andi Madurapas Muhaimin Hafidz, Mahasiswa IAIN Samarinda. (ist)

EKSPOSKALTIM.COM - Pandemi Covid-19 tampaknya tidak menunjukkan tanda-tanda melambat. Sebaliknya, situasinya semakin meningkat. Tentunya hal ini dapat menggugah kesadaran berbagai sektor, salah satunya adalah dinas pendidikan.

Saat ini proses pembelajaran masih menerapkan system Belajar Dari Rumah (BDR) bagi siswa SD, SMP, SMA / SMK dan perguruan tinggi. Jika kreatif dan inovatif, model pembelajaran BDR akan menciptakan pembelajaran yang menarik. Namun hal tersebut tidak akan berlangsung lama, karena rasa bosan mulai mengintai siswa, terutama bagi siswa sekolah dasar.

Begitu pula para orang tua siswa sekolah dasar harus mengatur waktu dengan bijak untuk mendampingi anaknya belajar. Dalam benak siswa SD dan orang tua pasti bertanya-tanya, kapan pembelajaran di sekolah dimulai?

Pertanyaannya sederhana tapi sulit dijawab. Mengapa demikian?

Baca juga: Opini : Pemanfaatan Media Sosial di Tengah Pandemi

Pertama, pemerintah tidak bisa menentukan kapan pandemi akan berakhir. Dari mengurangi pembatasan sosial skala besar (PSBB) hingga memperkuat pengujian cepat, kami telah melakukan segala yang kami bisa untuk mengurangi penyebaran Covid-19, tetapi hingga saat ini, negara kita masih berjuang dengan Covid-19.

Melalui perluasan Belajar Dari Rumah (BDR), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga dapat terus melakukan upaya yang tiada henti. Rencana tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk menghindari munculnya klaster pendidikan baru.

Kedua, kita sering menjumpai orang-orang yang mengabaikan protokol kesehatan. Contoh sederhananya adalah meninggalkan rumah tanpa masker. Perilaku ini tentunya bertentangan dengan upaya meminimalisir penyebaran Covid-19.

Khususnya untuk siswa SD yang terkena dampak paling parah, siswa SD tidak akan bermain di area bermain bersama teman di sekolah seperti biasanya, karena di usia SD, anak membutuhkan area bermain dan belajar. Jika siswa belajar di rumah terlalu lama, mereka akan merasa bosan.

Baca Juga: Disnaker Bontang Beberkan Tahapan Penanganan Perselisihan Ketenagakerjaan

Jika siswa SD menghabiskan terlalu lama waktu Belajar Dari Rumah, banyak konsekuensi yang akan terjadi. Dalam pembelajaran BDR, siswa SD terpaksa menggunakan handphone untuk berkomunikasi selama belajar di rumah, karena belajar menggunakan handphone dapat menimbulkan kecanduan.

Sulit untuk bertanya dengan guru, karena banyak anak yang tidak semua nya dapat langsung memahami materi-materi yang diberikan guru mereka, apalagi untuk mata pelajaran yang membutuhkan penjelasan dan pemahaman yang lebih dalam, seperti pelajaran matematika.

Lantas apa solusi yang tepat untuk mengatasi masalah di atas?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mulailah dari diri sendiri untuk berbenah dengan mentaati peraturan-peraturan mengenai protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Baca Juga: Solidaritas Jurnalis Bontang Kecam Tindakan Represif Kepolisian

Jika sekolah terletak di zona hijau, pembelajaran tatap muka diizinkan. Untuk mewujudkan zona hijau diperlukan kerja sama dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk kerja sama di bidang pendidikan.

Jika semua faktor yang terlibat di bidang pendidikan disatukan dengan mematuhi peraturan tersebut, diharapkan cakupan penularan dapat diminimalisir. Pada jenjang SD mudah dijumpai, Berbeda dengan SMP ataupun SMA yang dari rumah ke sekolah lintas kelurahan, kecamatan, bahkan kabupaten, menjadikan penyebaran Covid-19 tidak terlalu luas.

Oleh karena itu, memungkinkan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah dasar dengan baik dan benar. namun dengan catatan, semua lapisan masyarakat dari lingkungan keluarga, dan sekolah hingga tingkat tinggi sekalipun harus mematuhi peraturan pemerintah tentang Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19.

Penulis :  Andi Madurapas Muhaimin Hafidz (Mahasiswa IAIN Samarinda)

Artikel di atas menjadi tanggung jawab penulis, bukan redaksi EKSPOSKaltim.com

Reporter :     Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0