EKSPOSKALTIM.COM, Bontang – Wacana pembangunan pasar unggas yang diusulkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mendapat penolakan dari Anggota Komisi II DPRD Bontang Nursalam. Hal itu setelah dilakukan rapat koordinasi Komisi II dan Komisi III bersama Pemkot Bontang, Senin (31/8/2020).
Nursalam mengatakan, usulan pasar unggas belum menjadi prioritas daerah. Menurutnya, pembangunan itu akan menimbulkan persoalan baru. Apalagi jarak antara Pasar Tamrin dengan lokasi rencana pasar unggas beresiko menambah pedagang liar di sepanjang Jalan KS Tubun.
“Yang ada nanti banyak pedagang liar dipinggir jalan. Karena jaraknya terlalu dekat dari pasar Tamrin,” kata Salam.
Namun kata Salam (akrab Ia disapa ) usulan pembangunan itu sangat baik . Jika pembangunannya berjauhan dengan pasar Tamrin. Bahkan dia setuju pembangunan pasar unggas dilakukan.
“Tapi lokasinya jangan di pasar sementara. Harus berjauhan dari pasar Tamrin,” sebutnya.
Dirinya pun mengusulkan, bekas lahan pasar sementara itu diperuntukkan untuk pembangunan kantor Satuan Pamong Peraja. Dengan begitu, dekat Pasar Tamrin . Sehingga mencegah munculnya pedagang liar.
“Selama ini salpol PP kan kantornya ngontrak. Ada baiknya dibangun untuk kantor mereka saja. Saya pikir itu lebih baik” seru Salam.
Dalam pembahasan ini dihadiri, Asisten II Pemerintah Kota Bontang Zulkifli, Komisi II dan III DPRD Bontang, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM serta Asosiasi Pedagang Pasar Rawa Indah. (adv)

