10 Juli 2020
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Polisi Janji Usut Tuntas Soal Bendera Merah Putih Berlogo Palu Arit di Unhas


Polisi Janji Usut Tuntas Soal Bendera Merah Putih Berlogo Palu Arit di Unhas
Bendera Merah-Putih berlogo palu-arit diamankan di kampus Unhas (Foto: dok. Istimewa)

EKSPOSKALTIM.com, Makassar - Pihak kepolisian telah memeriksa sejumlah saksi terkait bendera Merah Putih berlogo palu-arit di Universitas Hasanuddin, Makassar. Meski sejauh ini, pemilik bendera tersebut masih misterius.

Kapolrestabes Makassar Kombes Yudhiawan Wibisono mengatakan akan mengusut tuntas kasus dugaan penodaan simbol negara tersebut.

"Pokoknya saya perintahkan sidik sampai tuntas. Cari siapa paling bertanggung jawab di situ, kita tetapkan tersangka. Pokoknya dalam minggu ini sudah harus ada yang ditetapkan tersangka. Saya gitu saja petunjuk," tegas Yudhiawan saat dihubungi wartawan, Jumat (29/5/2020).

Dia menyebut sejumlah pihak kampus yang ada hubungan dengan bangunan kosong di area salah satu fakultas dimintai keterangan.

"Pokoknya kenapa ada bendera di situ, siapa yang menempati rumah itu, gedung itu, siapa yang bertanggung jawab, masa nggak tahu, sejak kapan ada di situ, kapan kamu terakhir, itu pertanyaan," ujar Yudhiawan.

"Kalau misalkan saya sudah tahu sejak lama, oh kenapa nggak diturunin, bisa jadi tersangka juga nanti," imbuhnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Agus Heru mengatakan sedikitnya ada lima orang saksi yang telah diperiksa beberapa waktu lalu, termasuk pihak sekuriti kampus. Hari ini penyidik memintai keterangan Wakil Rektor III Bagian Kemahasiswaan Unhas Profesor A Arsunan Arsin.

Kendati demikian, Agus mengaku masih butuh waktu untuk mengungkap kasus dugaan penodaan simbol negara tersebut. Sejumlah saksi lainnya masih akan diperiksa.

"Wakil rektor ini yang memerintahkan untuk diturunkan setelah mendapat laporan dari petugas keamanan kampus," kata Agus saat dimintai konfirmasi terpisah.

Pihak Unhas masih menunggu penyelidikan polisi soal temuan bendera Merah-Putih berlogo palu-arit. Hingga saat ini penyelidikan masih terus dilakukan kepolisian.

"Kami menunggu selama sejak masuk laporan dan beredar di media massa kami tidak pernah dapat perkembangan. Tapi bisa dikonfirmasi dengan pihak berwajib, penyelidikan sudah dilanjutkan," kata Wakil Rektor Unhas Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Arsunan Arsin di Makassar, Rabu (27/5).

Arsunan menyebut penemuan bendera Merah-Putih berlogo palu-arit ini terjadi pada April lalu. Setelah penemuan oleh pihak keamanan kampus, keesokan harinya dia meminta bendera itu diserahkan ke pihak berwajib.

Lebih lanjut Arsunan mengungkapkan, bendera berlogo palu-arit itu ditemukan di dalam kampus saat mahasiswa dan tenaga pengajar berada di rumah karena aktivitas perkuliahan dipindahkan dari rumah masing-masing atau work from home. Dia menduga ada oknum dari luar kampus yang sengaja memasang bendera tersebut.

"Jadi itulah ada peluang masuk ke situ untuk memasang itu di kain itu. Saya tidak melihat ada kesengajaan atau tidak. Karena itu, perlu penyidikan dan penyelidikan. Tapi yang pasti, faktanya ada dan itu sedang ditangani yang berwajib," terangnya.

Sebelumnya, pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan atas penemuan bendera Merah-Putih berlogo palu-arit di lingkungan kampus Unhas.

"Sudah ada di sini (bendera), di penyidik. Sudah saya bikinkan laporan polisi, tinggal dibidik pelakunya, karena di tempat kosong waktu diambil itu bendera dan tidak layak digambari karena lambang negara itu," kata Kapolsek Tamalanrea Kompol Muhammad Aris.

Aris mengatakan pihaknya mendapatkan laporan dari pihak keamanan kampus saat melakukan patroli. Bendera itu didapat di sebuah bangunan di sebuah fakultas yang ada di dalam kampus tersebut.

"Ternyata ada betul terpasang bendera itu. Kebetulan anggota satpam patroli temukan barang itu diambil dibawa ke kantor satpam. Saat itu dilaporkan ke polres dan di sampaikan ke kami, langsung ambil barang," ungkapnya.

Reporter : sumber: detik.com    Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0