EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Petugas gabungan yang terdiri Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM), Karang Taruna, hingga unsur masyarakat yang menjaga portal di pintu masuk Kelurahan Guntung, setiap malam melakukan penjagaan serta membatasi akses keluar masuk demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Bontang.
Namun dalam upayanya itu, para petugas tak jarang menerima cacian bahkan omelan dari warga yang memaksa untuk masuk Guntung. Padahal pemberlakuan jam malam sudah diterapkan, dimana mulai jam 22:00 - 04:00 Wita, masyarakat luar Guntung dilarang untuk masuk.
Tonton juga video: Kelurahan Guntung Bagikan Ratusan Masker Dan Susu Kemasan
Berbagai alasan pun dilontarkan demi meluluhkan hati petugas agar bisa masuk. Namun lagi-lagi para petugas bertindak tegas dalam menerapkan aturan yang sudah disepakati itu.
"Waktu itu ada orang mau bertamu ke tempat saudaranya, tapi hampir jam 12 malam. Kita tidak izinkan masuk. Eh dia malah marah-marah," kata Ambo, anggota FKPM Guntung, Kamis (14/05/2020) malam.
Ambo menambahkan, pada waktu itu pihaknya hanya menjalankan aturan untuk membatasi atau melarang warga luar masuk pada jam yang sudah disepakati bersama.
Berita terkait: Cegah Corona, Kelurahan Guntung Bontang Perketat Akses Masuk
"Untung waktu itu pak Matajang (Bhabinkamtibmas Kelurahan Guntung) keburu datang, kalau enggak, gak tau apa yang akan terjadi," terangnya.
Ambo menyayangkan masih adanya wagra yang tidak legowo menerima pemberlakuan aturan, padahal kata Ambo, apa yang dilakukan para petugas semata-mata demi menjaga Guntung tetap aman dan terjaga dari penyebaran Covid-19.

