EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Penutupan akses masuk menuju Bontang Kuala (BK) oleh warga mendapat sorotan dari Wakil Ketua I DPRD Bontang, Junadi. Dalam statusnya yang diunggah di akun Facebook miliknya @Izuel Junaidi Kadri, Politisi muda ini menyayangkan sikap warga yang melakukan penutupan akses menuju BK.
Dari kacamata Junaidi, penutupan itu secara tidak langsung telah berdampak terhadap perekonomian di Bontang Kuala yang kini menjadi sepi. Pun berimbas pada pendapatan masyarakat BK yang sebagian mengandalkan penghasilannya dari berniaga.
Baca juga: Selama Pandemi, Keikutsertaan Masyarakat Bontang ber-KB Cenderung Menurun
“Terkait penutupan akses masuk di Bontang Kuala saya sangat disayangkan sekali, karena sangat banyak yang terkena imbasnya,” kata Junaidi di akun Facebooknya, Minggu 19 April 2020 pukul 13:46 Wita.
Padahal menurut Junaidi, dengan melakukan penutupan terhadap cafe yang berada di kawasan itu, dirasa sudah cukup baik mengikuti himbauan pemerintah untuk melakukan social atau physical distancing, sehingga tidak memungkinkan orang untuk berkerumun. Penutupan akses kata Junaidi, memiliki kesan yang arogan dan bisa menimbulkan masalah baru.
“Saya kira pemerintah kota melalui Kelurahan Bontang Kuala harus segera menindaklanjuti hal ini,” ujar Junaidi di akhir statusnya.
Sementara itu, Roby Chandra Prima, Anggota Ikatan Pemuda Bontang Kuala (IPBK) merasa heran dengan sikap yang ditunjukan Junaidi.
Dilansir Paragrafnews.com yang menemui Roby pada Minggu (19/4/2020) sore, Roby menjelaskan, bahwa karantina wilayah yang dilakukan warga setempat bukan diambil secara sepihak, tetapi melewati proses musyawarah dengan 11 RT yang bermukim di kawasan tersebut. Pun diperkuat dengan instruksi Kelurahan Bontang Kuala yang mengizinkan karantina dilakukan.
“Bagi saya aneh saja. Katanya dia wakil kami (warga Bontang Kuala), tapi kok sikapnya kontradiksi dengan suara mayoritas warga BK,” kata Roby.
Hal senada juga disampaikan Halimah, warga Bontang Kuala ini ikut menyayangkan pernyataan Junaidi. Padahal kata Halimah, warga pun enggan karantina wilayah ini ada, namun melihat perkembangan Covid-19 di Kota Bontang yang meningkat, maka hal ini dirasa perlu dilakukan.
“Maka kami sebagai warga Bontang Kuala menyayangkan saja kenapa sikapnya bisa seperti itu,” pungkasnya.
Baca juga: Lawan Corona, Kagama Bontang Sumbang APD Bagi Tenaga Medis
Untuk diketahui, Bontang Kuala merupakan salah satu destinasi wisata yang ada di Kota Bontang. Namun pasca tejadi Pandemi Corona Virus Diseas atau Covid-19, akses menuju BK ditutup oleh warga demi menghindari penyebaran Covid-19 di wilahnya.
Hal tersebut sejauh ini efektif, hingga hari ini 20 April 2020, Bontang Kuala menjadi satu-satunya kelurahan di Bontang yang masih Zona Hijau. Ibarat buah simalakama, meski menjadi Zona Hijau, namun bagi sebagian masyarakat yang mengandalkan pendapatan dari berniaga dengan berjualan oleh-oleh khas BK, penutupan akses ini tentu menjadi persoalan tersendiri.(adv)

