07 Juni 2020
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Antisipasi Corona, Lapas Stop Terima Tahanan Baru, Aparatur CJS di Bone Berunding


Antisipasi Corona, Lapas Stop Terima Tahanan Baru, Aparatur CJS di Bone Berunding
Aparatur Criminal Justice System (CJS) Kabupaten Bone menggelar pertemuan di Aula Mapolres Bone, Jumat (27/3). (EKSPOSKaltim/Abdullah)

EKSPOSKALTIM.com, Bone - Mengantisipasi penyebaran virus Corona (Covid-19), Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly memutuskan melakukan penundaan sementara pengiriman tahanan ke rumah tahanan (Rutan) Lapas di lingkungan Kemenkumham.

Keputusan tersebut berlaku sejak 18 Maret 2020, sampai adanya pemberitahuan selanjutnya. Menindaklanjuti hal itu, aparatur Criminal Justice System (CJS) di Kabupaten Bone menggelar pertemuan di Aula Mapolres Bone, Jumat (27/3/2020).

Baca juga: Rumah Warga di Bone Terbakar, Diduga karena Obat Nyamuk

Hadir pada pertemuan ini Kapolres Bone AKBP I Made Ary Pradana, Kajari Bone Eri Satriana, Kalapas Kelas II A Watampone Lukman Amin, Kepala BNNK Bone AKBP Ismail Husein, dan pihak Pengadilan Negeri Watampone.

Kepala Kejaksaan Negeri Bone (Kajari) Bone, Eri Satriana, mengakui keputusan Menkumham ini membuat sejumlah perkara di Kejaksaan Negeri (Kejari) Watampone tertunda. Namun penundaan ini kata dia merupakan suatu keadaan yang memaksa (force majure).

“Tentunya ini juga dalam rangka untuk menjaga kesehatan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Bone AKBP I Made Ary Pradana mengaku dilematis dengan adanya keputusan ini, sehingga butuh solusi yang manusiawi demi kebaikan bersama.

Pasalnya kata dia, aturan dalam KUHAP terkait batas waktu penahanan sebelum tersangka dilimpahkan ke Kejaksaan, juga tidak bisa dikesampingkan. Karena bisa berujung pada Praperadilan.

Baca juga: Keseriusan Bone Cegah Corona Diragukan, Ketua Satgas Angkat Bicara

“Tapi kalau misalnya masuk tahap 2, tersangkanya diserahkan ke Lapas, Lapas menolak, terus tersangka ini kita titip di mana? Di Warkop?,” kelakarnya.

Dari itu, penangguhan penahanan (tahanan rumah) menjadi solusi yang terpikirkan saat ini. Namun kata dia, tetap harus melalui pertimbangan yang matang. Dan kebijakan tersebut tidak berlaku untuk golongan extraordinary crime (kejahatan luar biasa).

“(Penangguhan) tidak berlaku untuk tahanan Narkoba dan Korupsi. Tapi tetap yang akan mendapat penangguhan harus ada yang menjamin dan bertanggung jawab secara hukum,” tandasnya.

Meski mendapat penangguhan penahanan, tegas Kapolres Bone, namun proses hukum tahanan tersebut terus berlanjut.

Reporter : Abdullah    Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%100%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0