07 Juni 2020
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Opini: Negeriku Dilanda Bencana


Opini: Negeriku Dilanda Bencana
Syahrul Ramadhan (Mahasiswa Fakultas Ilmu Sospok Universitas Muhammadiyah Malang).

EKSPOSKALTIM.com - Virus corona (Covid 19) awalnya terdengar sangat baik-baik saja di Negeri Indonesia. Sejak beredar di media social bahwa di Kota Wuhan, Tiongkok sedang dilanda Covid-19 yang disebabkan oleh pasar hewan dan makanan laut. Berbagai macam video yang beredar bahwa virus tersebut mampu menular melalui saluran pernapasan dan kontak secara langsung dengan orang yang terkena Covid-19.

Dengan berbagai macam korban yang terkena Covid-19 di Wuhan menjadi hal yang biasa-biasa saja, karena pemerintahan Wuhan mengeluarkan kebijakan lockdown terhadap tempat tersebut. Setelah beberapa hari kemudian pada 30 Januari 2020 World Health Organization (WHO) menyatakan global sedang darurat Covid-19, dan sudah menyebar ke 18 Negara.

Baca juga: Opini: Omnibus Law : Spirit Reforma Agraria

Pemerintah Indonesia pada saat itu belum merespon dengan serius mengenai Covid-19. Padahal pemerintah mempunyai waktu untuk mengantisipasi sebelum Covid-19 masuk ke Indonesia. Namun pemerintah masih mengedepankan masalah Omnibus Law dan kegiatan prekonomian lainnya. Ketika situasi global semakin memanas dengan Covid-19, pemerintah masih menganggap biasa-biasa saja. Sekelas Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengeluarkan beberapa pernyataan mengenai Covid-19 yaitu “Indonesia bebas virus corona karena doa”.

Peryataan tersebut mengambarkan bahwa pemerintah belum mempunyai strategi penanganan terhadap wabah Covid-19. Bahkan pemerintah masih menutup-nutupi kasus Covid-19 yang masuk di Indonesia. Pada mulanya Sekertaris Daerah Kota Depok Hardiono sudah mengetahui informasi tentang dua orang warga Kota Depok telah terditeksi Covid-19. Namun Staf Menteri Kesehatan yaitu Alexander Kaliaga Ginting berusaha supaya informasi tersebut tidak diberi tahu oleh siapa pun.

Tidak dapat dipungkiri bahwa pemerintah sejak awal belum siap untuk menangani Covid-19. Dengan berbagai macam strategi politik yang dimiliki pemerintah supaya mampu dipercaya oleh masyarakat. Hal ini menjadikan pemerintah masih saja fokus dengan kondisi prekonomian Indonesia sehingga mengabaikan masalah kesehatan masyarakat. Di tengah-tengah keramaian media social dengan isu Covid-19, dan penolakan Omnibus Law.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo memberikan diskon hotel dan pesawat yang ditetapkan pada 1 Maret 2020 dengan alasan menguatkan kembali sector prekonomian pariwisata. Dengan kondisi global yang sangat mengkahwairkan adanya penyebaran Covid-19. Akan tetapi pemerintah masih berupaya menarik para wisatawan untuk berlibur ke pariwisata dengan dalih menguatkan prekonomian, yang seharusnya Indonesia waspada terhadap Covid-19.

Kurangnya pemerintah dalam menangapi Covid-19 yang mengakibatkan penyebaran Covid-19 semakin luas di berbagai macam daerah di Indonesia. Kondisi saat ini menurut Achmad Yurianto juru bicara pemerintah, mengenai penanganan Covid-19 di Indonesia terdapat 686 kasus positif corona, 55 orang meninggal dunia, dan total pasien yang sembuh yaitu 30 orang.

Penyebaran Covid-19 ini terdapat di berbagai macam Provinsi di Indonesia di antaranya Bali, Banten, DI Yogyakarta, Daerah Khusus Ibu Kota, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalaimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, Nusa Tengara Barat, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Lampung, Riau, Maluku Utara, Maluku, dan Papua. Data ini menunjukkan bahwa Indonesia sedang keadaan darurat Covid-19.

Kurang seriusnya pemerintah dalam menanggapi penyebaran Covid-19 sebelum menyebar di Indonesia mengakibatkan warga negara Indonesia saat ini melakukan isolasi diri. Semua aktivitas kerja dan institusi Pendidikan dilakukan secara daring (Online). Lalu yang menjadi pertanyaan besar di kepala saya, bagaimana dengan warga negara yang ekonominya kurang mampu ketika melakukan isolasi diri? Apakah pemerintah mau memberikan sembako untuk memenuhi kehidupanya selama isolasi diri?.

Kemudian pembelajaran yang dilakukan oleh institusi pendidikan secara online membuat kalangan mahasiswa menjadi mengeluh karena yang dilakukan bukan pembelajaran online, tetapi tugas online. Hal ini membuat kalangan mahasiswa kecewa dengan pembelajaran yang kurang efektif.

Adanya Covid-19 membuat mahasiswa menjadi dilema karena banyak isu yang harus dikawal kedepannya, namun terkendala karena Covid-19. Omnibus Law yang seharusnya segara ditangani, namun terhambat dengan adanya Covid-19. Tetapi sebagian kalangan mahasiswa tetap ada yang menggelar aksi demonstrasi untuk menolak Omnibus Law, karena ini bersangkutan dengan masa depan kehidupan rakyat Indonesia. Menjadi khawatir bagi rakyat Indonesia ketika Omnibus Law disahkan oleh pemerintah. Akan dipastikan kehidupan rakyat Indonesia semakin buruk.

Baca juga: Pandemi Wabah Virus Corona, Dewan Pers Ajak Insan Pers Bersatu

Melihat kondisi Indonesia dengan berbagai macam masalah yang terjadi, mebuktikan bahwa pemerintah mengabaikan amanat konstitusi yang tertulis dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang berbunyi “melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia”.

Kondisi Indonesia sudah mengalami keadaan yang cukup buruk sebelum masuknya Covid-19. Dengan berbagai macam masalah social, ekonomi, politik, dan lingkungan. Kemudian masuk wabah Covid-19 menjadikan keadaan Indonesia semakin mengila dan memperburuk keadaan. Ketika melihat keadaan buruh dan keluarganya saat ini sedang terancam dengan Omnibus Law- RUU Cipta Kerja. Dan sekarang sedang di hantui oleh Covid-19. Tidak dapat dielakan dengan masalah yang saat ini melanda negeri Indonesia.

 

Penulis: Syahrul Ramadhan (Mahasiswa Fakultas Ilmu Sospok Universitas Muhammadiyah Malang)

(Tulisan ini menjadi tanggung jawab penulis, tidak menjadi tanggung jawab redaksi EKSPOSKaltim.com)

Reporter :     Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0