PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Selain Meningkat, Kasus DBD di Bontang Juga Telan Korban Jiwa

Home Berita Selain Meningkat, Kasus D ...

Selain Meningkat, Kasus DBD di Bontang Juga Telan Korban Jiwa
SuasanaRakor Kewaspadaan Dini Kasus Demam Berdarah Dengue yang dihelat di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang. (ist)

EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Adanya korban meninggal akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) menuai sorotan serta atensi Pemerintah Kota Bontang. Dari data yang diperoleh, per Januari-Juli 2019, ada tiga orang yang meninggal dunia karena DBD.

Ini terungkap dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Kewaspadaan Dini Kasus Demam Berdarah Dengue yang dihelat di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang, Jalan Awang Long, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, Kamis (22/8/2019) pagi. Kepala Dinas (Kadis) Dinkes Bontang, Bahauddin yang membeber itu dalam sambutannya di hadapan hadirin, termasuk Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.

Dijelaskan, ketiga korban meninggal akibat DBD tersebut tersebar di 3 lokasi berbeda, yakni Kelurahan Lok Tuan, Gunung Elai, dan Tanjung Laut Indah.

Untuk korban di Lok Tuan diketahui keluarga baru melarikan korban ke RS Pupuk Kaltim usai mengalami panas tinggi di hari kelima. Pihak rumah sakit mengupayakan segalanya demi kesembuhan korban. Namun karena korban datang ke RS di masa kritis DBD, yakni hari keempat hingga ketujuh demam berdarah. Maka nyawa korban tak bisa diselamatkan.

Kasus senada terjadi dengan korban lain. Adalah Afdal, murid kelas 4 SD, berusia 10 tahun. Meski sempat dirawat di RS Taman Husada, namun nyawa Afdal tak bisa ditolong. Karena ia pun datang ke RS di masa kritis demam berdarah.

Lebih jauh dijelaskannya, di tahun 2019 ini memang tren penemuan kasus DBD mengalami peningkatan. Sebabnya ia mengingatkan masyarkat untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan. Tidak membuang sampah sembarangan. Menutup tempat penampungan air. Atau dikenal dengan gerakan 3M (Menguras, Mengubur, dan Menutup).

Untuk mengantisipasi DBD, sejatinya banyak dilakukan Dinkes Bontang. Sosialisasi soal pentingnya 3M, gencar melakukan abatisasi, dan mengajak masyarakat untuk semakin sadar kebersihan lingkungan.

"Kami mengupayakan banyak hal. Fogging, pemberian abate, kader-kader kami banyak yang lakukan sosialisasi, dan mengajak masyarkat lakukan bersih-bersih lingkungan. Namun ini bukan tanpa kendala. Banyak warga yang acuh juga diajak besih lingkungan," urainya.

Sementara itu, Wali Kota Neni menjelaskan, warga mesti semakin waspada dengan DBD. Terlebih di musim penghujan ini. Ditambah posisi Bontang yang dilintasi garis khatuslistiwa, maka potensi DBD cukup tinggi. Sebab sedikit banyak, perkembangbiaan nyamuk pembawa virrus DBD disebabkan oleh pengaruh cuaca.

Sebabnya dia meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait saling bekerja sama. Guna menyusun rencana strategi pengendalian DBD.

"Saya minta dinas terkait bekerja sama. Segera susun renstra pengendalian DBD," tegasnya.

Lebih jauh dikatakannya. Peningkatan DBD di Bontang merupakan suatu kelalaian. Masyarakat tidak bisa disalahkan.

Dia meminta program Jumat Bersih (Friday Clean), abatisasi, dan fogging, kembali digalakkan, dan bila perlu, dibuatkan jadwal rutin.

"Penebaran abate di masyarakat harus di kontrol. Jangan cuma dikasih, trus dibiarkan. Kemudian fogging itu saya minta dibuatkan jadwal yang jelas," pintanya.(adv)


Editor : Abdullah
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :