EKSPOSKALTIM.com, Kutim - Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat sejak tahun 2015 hingga pertengahan tahun 2019 ini, ada sebanyak 329 kasus HIV/AIDS yang ditemukan di wilayah Kutim. Angka ini cenderung meningkat.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kutim, Muhammad Yusuf, menuturkan temuan kasus pengidap HIV/AIDS di Kutim dalam kurun belakangan ini terus mengalami peningkatan.
Baca juga: Dua Srikandi DPRD Bontang Ini Tekankan Pelestarian Pesta Adat
Dari data terakhir yang berhasil dihimpun Dinkes Kutim, sejak 2015 lalu dari 145 orang yang di periksa 46 orang dinyatakan positif mengidap HIV/AIDS, tahun 2016 dari 2159 orang yang diperiksa ditemukan sebanyak 39 orang positif HIV/AIDS.
Selanjutnya, pada tahun 2017 dari 7907 orang yang diperiksa ditemukan ada 109 orang positif HIV AIDS. Sedangkan pada tahun 2018 dari 6909 orang yang diperiksa 71 orang positif HIV/AIDS, sedangkan pada tahun 2019 ini, dari 4389 orang yang di periksa yang ditemukan 54 orang positif HIV/AIDS.
"Penyebaran HIV/AIDS berasal akibat pola dan gaya hidup. Biasanya pengidap penyakit ini yang sering jajan kepada wanita penghibur malam di lokalisasi. Bisa juga karena budaya seks bebas atau gonta ganti pasangan. Faktor lain pola perilaku seks yang menyimpang," terang Yusuf.
Lebih jauh Yusuf menjelaskan bahwa Dinas Kesehatan Kutim dan KPAD secara bertahap terus mensosialisasikan dan mengedukasikan kepada masyarakat terkait bahaya HIV/AIDS.
Baca juga: Pengurus Saka Bakti Husada Kutim Resmi Dilantik
"Intruksi dari pemerintah pusat jumlah temuan kasus ditargetkan sebanyak 17.000 masyarakat Kutim yang terperiksa HIV/AIDS yang saat ini pihak Dinkes baru bisa melakukan pemeriksaan sekitar 4.000 orang warga Kutim. Targetnya pemeriksaan ini bisa selesai dalam satu semester terakhir di tahun ini," terangnya.
Sementara, Kasi Pengelola Program HIV/AIDS, Rika Oktora menuturkan sebagian banyak pengidap penyakit HIV/AIDS penyuka sesama jenis yang diperkirakan berjumlah ratusan orang.
“Akan terus kami pantau dan kami tangani, setelah dilakukan pendekatan secara koperatif kepada komunitas tersebut. Dari ratusan penyuka sesama jenis yang sudah terorganisir," tutupnya. (adv)

