20 Juni 2018
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Dinkes Tetapkan Balikpapan KLB Wabah Difteri


Dinkes Tetapkan Balikpapan KLB Wabah Difteri
Sekretaris Pemkot Balikpapan Sayid MN Fadli dan Kepala Dinkes Balikpapan Balerina saat menyampaikan status KLB Difteri kepada wartawan. (foto:Pemkot Balikpapan)

EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kota Balikpapan mengeluarkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) wabah Difteri. Penetapan itu disampaikan oleh Sekretaris Kota Balikpapan, Sayid MN Fadli, dan Kepala Dinas Kesehatan Balerina, didampingi oleh Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes, Esther Vonny, kepada wartawan di Balaikota, Rabu (3/1/2018).

Sayid menuturkan, penetapan KLB Difteri ini setelah ditemukan satu pasien warga Margasari, Kec. Balikpapan Barat positif mengidap Difteri. Hasil itu deketahui setelah pihaknya menerima laporan hasil laboratorium di Surabaya. “Positif dari pemeriksaan kultur. Dan berdasarkan peraturan dan prosedur jika ditemukan satu pasien positif difteri maka daerah itu dinyatakan sebagai KLB,” katanya.

Untuk pencegahan agar penularan wabah difteri dapat dikendalikan, Pemkot Balikpapan melalui Dinkes akan melakukan vaksinasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar dapat waspada terhadap wabah penyakit tersebut. “Kita sudah siapkan anggaran Rp 6,3 miliar untuk pengendalian wabah ini dengan berbagai program. Dan kita sudah laporkan kepada Pemprov Kaltim dan Kementerian Kesehatan atas penetapan KLB Difteri,” ujar Sayid.

Baca: Diresmikan Jokowi, Proyek Perluasan Kilang Serap 30 Ribu Tenaga Kerja

Kepala Dinkes Kota Balikpapan, Balerina, menyebut sepanjang tahun 2017 lalu telah ditemukan 12 kasus Difteri. Namun menurutnya hanya satu yang dinyatakan positif. Sedangkan pada awal tahun 2018 ini, terdapat 2 orang yang diduga sakit difteri dari Kec. Balikpapan Utara.

“Warga Gunung Samarinda dan Batu Ampar, saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut di Surabaya, mudah-mudahan tidak positif. ” ujarnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar dapat melakukan pencegahan. Misalnya, dengan menghindari keramaian untuk alasan yang kurang penting, selalu menggunakan masker bila perlu, dan pastikan mendapat layanan imunisasi lengkap.

Kemudian, lanjutnya, masyarakat tidak panik bila ada keluhan berupa demam, sakit menelan segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat, menerapkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) dan bila batuk gunakan masker dalam kondisi batuk pilek.

“Karena cara penularannya ini gampang sekali kalau ngomong seperti ini bisa menular atau bersin, atau kontak dengan alat makan atau minum,”ujarnya.

Baca: Resmi Dikelola Pertamina, Blok Mahakam Kembali ke Anak Negeri

Untuk diketahui, penyakit difteri adalah penyakit infeks menular yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium Diphteriae. Penyakit ini memiliki masa inkubasi 2-5 hari dan akan menular selama 2-4 minggu.

Diantara gejala penyakit ini seperti, demam, batuk, sulit menelan, selaput putih abu-abu (pseudomembran), pembengkakan pada leher, dan sulit bernafas.

Penyakit ini sangat menular dan dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani secara cepat. Namun penyakit ini dapat dicegah dengan imunisasi rutin yang lengkap yakni dengan melakukan imunisasi dasar pada usia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, 18-24 bulan, dan usia sekolah dasar. (*)

Tonton juga video-video menarik di bawah ini:

VIDEO: DPC Hanura Bontang Serahkan Bantuan Sembako kepada Korban Kebakaran di Berebas Pantai

ekspos tv

VIDEO: Sambut Tahun 2018, Kepala Adat Besar Kutai Kutim Ajak Paguyuban Tingkatkan Kebersamaan

ekspos tv

VIDEO: Awali Tahun 2018, Disporapar Bontang Tempati Gedung Baru

ekspos tv

Reporter : Muslim Hidayat    Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0