17 Desember 2018
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Resmi Dikelola Pertamina, Blok Mahakam Kembali ke Anak Negeri


Resmi Dikelola Pertamina, Blok Mahakam Kembali ke Anak Negeri

EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Suara sirene meraung kencang menandai peralihan pengelolaan Blok Mahakam dari Total E&P Indonesie (TEPI) ke PT Pertamina Hulu Mahakam, di penghujung akhir tahun 2017, Minggu (31/12).

Acara peralihan pengelolaan ini berlangsung di Ballroom club house komplek perumahan Total E&P Indonesie (TEPI) Balikpapan, Kalimantan Timur, dengan dipenuhi makanan dan minuman. Semuanya disajikan pelayan dari hotel ternama Balikpapan.

Satu persatu, para pimpinan perusahaan migas ini memberi testimoni soal keberlangsungan Blok Mahakam. TEPI resmi paripurna digantikan PHM di Blok Mahakam. Pemerintah Indonesia menunjuk PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) sebagai operator baru mengelola blok kaya gas di Kutai Kartanegara itu.

“Pengelolaan Blok Mahakam resmi diserahkan pada Pertamina,” kata Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas, Amien Sunaryadi di Balikpapan, Minggu, 31 Desember 2017 pukul 22.30 Wita.

SKK Migas menjadi saksi prosesi penyerahan pengelolaan Blok Mahakam yang kontraknya berakhir bertepatan pergantian tahun. Prosesi peralihan antar dua perusahaan beda negara berkualifikasi kelas dunia sektor migas.

“Prosesi peralihan kali ini dilakukan antar dua perusahaan migas memiliki kualifikasi world class. Ini hanya proses biasa saat kontrak pengelolaan selesai dan diberikan pada pihak lain. Hanya persoalan bisnis biasa antar dua perusahaan,” paparnya.

Amien mengapresiasi manajemen TEPI yang serius mengawal prosesi peralihan Blok Mahakam berjalan lancar. Hingga penghujung tahun produksinya relatif konstan di kisaran 1,64 BCFD gas dan 64 ribu BOD kondesat.

Hal tersebut tidak mengherankan, mengingat Total E&P Indonesie merupakan salah satu perusahaan dunia peringkat 30 versi Majalah Fortune. Pertamina di peringkat 289 dalam daftar perusahaan perusahaan terbaik seluruh dunia.

“Meskipun peringkat 289, Pertamina menjadi perusahaan satu-satunya di Indonesia yang masuk di peringkat Fortune Global 500,” ujar Amien.

Untuk itu, Amien menyambut positif peralihan bekas karyawan Total ke manajemen Pertamina Hulu Mahakam dalam pengelolaan Blok Mahakam. Dia berharap budaya positif karyawan Total mampu ditularkan pada seluruh perusahaan Pertamina lainnya.

Baca: Diresmikan Jokowi, Proyek Perluasan Kilang Serap 30 Ribu Tenaga Kerja

Selama 50 tahun mengelola Blok Mahakam, menurut Amien, karyawan Total mengantongi nilai sempurna dalam hal kesadaran keselamatan, performa, produksi hingga biaya produksi.

“Harapannya kualifikasi world class dimiliki Total bisa ditularkan pada Pertamina sehingga terus mampu meningkatkan produksi Blok Mahakam,” paparnya.

Direktur Hulu Pertamina, Syamsu Alam menegaskan komitmennya agar Blok Mahakam mampu menjadi salah satu lumbung energi dalam negeri di masa mendatang. Rasa optimisnye salah satunya adalah keberadaan para mantan karyawan Total yang kini sudah resmi bergabung bersama Pertamina Hulu Mahakam.

“Saya hanya minta tetap jaga kualitas dan performa kerja seperti saat masih tergabung bersama Total. Mengontrol operasi dengan mengedepankan quality, health, security and enviroment,” ujarnya.

Sesuai data sudah dipublikasi SKK Migas, Syamsu menyebutkan produksi Blok Mahakam mencapai 1.360 juta kaki kubik gas dan 52 ribu barrel kondesat per harinya. Data berdasarkan hasil produksi Total per bulan November 2017.

Adanya persetujuan program kerja dan anggaran 2018 ini, Syamsu mengungkapkan, Pertamina menargetkan produksi Blok Mahakam sebesar 916 MMSCF gas dan 42,01 ribu barrel kondesat per harinya.

Syamsu menilai produksi sebesar itu masih realistis mengingat potensi cadangan sumber daya alam Blok Mahakam masih menjanjikan sebesar 4,9 TCF gas, 57 juta barel minyak dan 45 juta barel kondensat. Dia menargetkan pengelolaan Blok Mahakam menjadikan Pertamina penyumbang 30 persen produksi gas dan minyak nasional pada 2018 ini.

Namun demikian, Syamsu mengakui pihaknya harus segera melakukan pengeboran sumur baru agar tidak memutus aliran gas dan kondesat sudah terbangun saat ini. Selama beberapa bulan terakhir, Pertamina dan Total memang sudah melakukan pengeboran sumur sumur baru di Blok Mahakam.

Presiden Direktur Pertamina Hulu Indonesia, Bambang Manumayoso menambahkan sudah dilakukan 14 pengeboran sumur sumur baru sejak bulan Juli 2017. Pertamina tidak tanggung tanggung dengan menggelontorkan nilai investasi sebesar US$ 130 juta atau sekitar Rp 1,7 triliun.

“Namun kerjasama dengan Total bisa menghemat hingga 25 persen dari budget sudah disiapkan,” ujarnya.

Evaluasi sementara hasil pengeboran sumur baru ini, Bambang makin optimis melimpahnya potensi kandungan gas dan kondesat masih tersimpan di Blok Mahakam saat ini. Dengan adanya tambahan produksi 14 sumur baru ini, katanya produksi gas Blok Mahakam langsung ada peningkatan sebesar 40 MM gas per hari.

“Baru 14 sumur sudah ada tambahan 40 MM per day,” paparnya.

Sehubungan itu, Bambang mengaku sudah mengantongi izin SKK Migas agar mengebor sebanyak 69 sumur baru dengan investasi mencapai US$ 1,7 miliar atau sekitar Rp 22,1 triliun pada 2018 ini. Besaran investasi sebesar tersebut peruntukannya dialokasikan berbagai kegiatan eksplorasi, pengembangan dan produksi.

Pertamina sebenarnya berambisi langsung melakukan pengeboran 100 hingga 120 sumur baru di Blok Mahakam 2018 ini. Masih labilnya harga minyak mentah dunia menjadi salah satu pertimbangan kenapa realisasi pengeboran hanya sebanyak 69 sumur saja.

Ketua Umum Serikat Pekerja Nasional TEPI, Budi Satria menghargai proses transisi pegawai TEPI ke Pertamina Hulu Mahakam berlangsung lancar. Sebanyak 1.919 pegawai sudah membubuhkan tanda tangan, sedangkan 24 orang menolak bergabung.

“Alasannya mendekati masa pensiun dan ingin berwiraswasta sendiri,” ungkapnya.

Budi mengatakan, proses negosiasi kontrak pegawai sudah berlangsung sejak 8 Juni 2015 dimana pengurus Serikat Pekerja menemui langsung Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto. Kala itu, ia meminta jaminan kesejahteraan seluruh karyawan termasuk kesetaraan jenjang karir dalam tubuh Pertamina.

“Kami meminta kesejahteraan minimal sama dengan saat masih jadi pegawai TEPI. Kalau ditingkatkan malah lebih baik,” katanya.

Saat itu, Budi menyebutkan, Pertamina menjamin kesejahteraan seluruh pegawai permanen dan kontrak saat bergabung menjadi Pertamina Hulu Mahakam. Mereka bahkan memastikan kesejahteraannya ditingkatkan menjadi lebih baik dibandingkan kala masih di bawah manajemen TEPI.

Baca: Fasilitas Penunjang Jembatan Mahkota II Selesai di 2018

Sehubungan itu, Budi memastikan seluruh karyawan bersemangat menyambut proses peralihan di bawah bendera manajemen Pertamina. Menurutnya, saat ini merupakan kesempatan anak anak bangsa menunjukkan prestasinya mengelola blok migas skala internasional seperti Blok Mahakam.

“Ini menjadi tantangan baru bagi kami untuk menunjukan kemampuannya mengelola Blok Mahakam. Sebelumnya pengelolaanya selalu dikendalikan dari Perancis dan saat ini di dalam negeri saja,” ujarnya.

TEPI masih dalam proses penyelesaian pembayaran hak-hak karyawan di antaranya penghargaan atas pengabdian dan tunggakan cuti bagi 2 ribu karyawannya. Budi menyatakan, besaran penghargaan pengabdian disesuaikan masa kerja berikut jenjang kepangkatan pegawai bersangkutan.

“Prosesnya sedang berjalan dalam penyelesaian hak-hak karyawan ini,” ujarnya.

Blok Mahakam berada di Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur.

“Bukan perkara mudah melupakan hari-hari bersama Total di Blok Mahakam,” ungkap President and General Manager Total E&P Indonesie, Arividya Noviyanto yang ikut hadir dalam acara seremoni ini.

Arividya bukanlah muka baru bagi pekerja migas di Blok Mahakam. Selama hampir 23 tahun masa hidupnya dihabiskan untuk meniti karir hingga menjadi orang nomor satu di Total E&P Indonesia.

“Kami memberikan apresiasi bagi Pertamina yang menampung seluruh mantan karyawan kami dalam pengelolaan Blok Mahakam,” ungkapnya.

Arividya mengatakan, mayoritas karyawan Total dalam masa produktifitas tinggi mengingat kisaran umurnya maksimal 35 tahun. Menurutnya, karyawan di usia ini memiliki kecenderungan menyukai tantangan serta siap memberikan performa terbaik bagi perusahaan.

“Saya sebenarnya juga ingin mengantarkan karyawan langsung bersama Pertamina. Namun ada beberapa kewajiban yang tidak bisa ditinggalkan,” ungkapnya.

Manajemen Total masih mempertimbangkan penawaran agar turut andil dalam pengelolaan Blok Mahakam. Pemerintah Indonesia menawarkan hak pengelolaan Blok Mahakam maksimal sebesar 39 persen bersama Pertamina Hulu Mahakam.

Tonton juga video-video menarik di bawah ini:

VIDEO: Cycling Tour Semarakkan Erau Pelas Benua Kota Bontang

ekspos tv

VIDEO: Diskominfotik Bontang Dapat Kunjungan dari Komisi Informasi Kaltim

ekspos tv

VIDEO: Pembukaan Pesta Laut Bontang Kuala 2017

ekspos tv

Reporter : tempo    Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0