16 Oktober 2018
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Rumah hingga Mobil Mewah Disita dari Penggelapan Rp 25 Miliar Kasir PT SMA


Rumah hingga Mobil Mewah Disita dari Penggelapan Rp 25 Miliar Kasir PT SMA
Dari kiri: Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana,Wakapolda Kaltim Brigjen Pol Mulyana, Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin Dirreskrimsus Kombes Pol Yustan Alpiani. (ist)

EKSPOSKALTIM, Balikpapan – Tak disangka, di balik wajah ayu Leni Nursanti (30), ia merupakan otak utama pelaku penggelapan uang perusahaan. Tak tanggung-tanggung uang yang berhasil digelapkan warga Perumahan Bukit Mediterania Samarinda Utara ini totalnya mencapai Rp 25 miliar.

Beragam barang mewah pun ikut disita sebagai barang bukti hasil kejahatan. Sebelumnya Leni sukses mengelabui manajemen PT Serba Mulia Auto (SMA) Samarinda yang bergerak di bidang penjualan mobil. Di situ ia berprofesi sebagai kasir. 

Sejauh kasus ini dikembangkan, Leni yang berlatar belakang lulusan SMK jurusan akuntansi Samarinda ini terbilang lihai dalam melakukan manipulasi data. 

Sementara dari pendalaman yang dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kaltim, Leni tak beraksi seorang diri. Perempuan kelahiran Samarinda, 1 Maret 1988 ini dibantu oleh Jeffrianyah (28) yang merupakan suaminya, dan Muhammad Deny Rayindra (28) yang merupakan adik kandung.

Uang hasil penggelapan dibelanjakan mereka untuk membeli dua unit rumah mewah di kawasan Perumahan Mediterania Cluster Spain Blok B Kelurahan Air Putih Samarinda Utara, sejumlah mobil mewah seperti Mercy, Peugeot RCZ, Toyota Fortuner, Daihatsu Copen, dan Yamaha R1M. 

Pengungkapan sendiri bermula dari adanya laporan manajemen PT SMA terjadi piutang senilai Rp 5,6 miliar. Pihak manajemen yang curiga melakukan audit internal dan menemukan adanya kerugian senilai Rp 25 miliar. 

Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin menjelaskan jika pelaku sudah beraksi sejak kurun waktu April 2015 hingga Desember 2016 silam. Beragam modus operandi dilakukan. Leni bertugas memanipulasi data down paymen di perusahaan. Lalu Jefri berpura-pura membeli mobil ke PT SMA. Kemudian Leni mengambil kembali uang tersebut dan diserahkan kepada Jeffri.

"Dengan cara melakukan pemalsuan-pemalsuan dokumen sehingga uang yang masuk dengan uang yang ada tidak dicurigai. Tim auditor tidak memonitor. Baru setelah sekian lama ada kecurigaan dari dokumen membeli kendaraan.

Modusnya ada selisih uang yang diambil dari perusahaan kemudian membelikan mobil-mobil oleh suami dari tersangka kemudian dijual lagi mobil itu sehingga didapatkan sejumlah uang yang digunakan untuk keperluan sehari," beber Safaruddin.  

Sementara untuk memalsukan dokumen, kata jenderal bintang dua ini, tersangka meminjam foto copy KTP milik seseorang. Dari situ marketing PT SMA pun percaya jika ada pembeli yang sudah membayar tunai karena adanya persyaratan foto copy KTP tersebut.

"Satu KTP bisa digunakan 10 unit mobil untuk pemalsuan. Mobil bisa keluar kemudian dijual. Hasilnya digunakan untuk membeli kebutuhan lainnya seperti perhiasan, tanah, rumah dan kendaraan. Bahkan ada yang digunakan untuk modal usaha ternak ayam," sebut eks Wakabaintelkam Mabes Polri ini.  

Sedikitnya ada 45 unit kendaraan roda empat yang berhasil komplotan tersebut gelapkan. 18 unit di antaranya berhasil disita. Sedangkan 27 unit lainnya sudah laku terjual oleh pelaku.

"Yang berhasil kita selamatkan dengan melakukan penyitaan aset senilai Rp 9 miliar. Dia juga kita kenakan dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Seluruh asetnya kita sita dalam jangka waktu terjadinya tindak pidana. Cukup besar kerugian perusahaan sebesar Rp 25 M," bebernya.

Tampak puluhan mobil mewah yang dijadikan barang bukti terjejer rapi di lapangan parkir belakang Mapolda Kaltim. Kapolda Kaltim juga mengajak para wartawan menunjukan barang bukti tersebut. Nantinya barang bukti akan dilimpahkan ke Kejaksaan setelah berkasnya rampung.

"Segara mungkin dilimpahkan ke kejaksaan kita tunggu saja," ungkapnya didampingi Dirreskrimsus Polda Kaltim Kombes Pol Yustan Alpiani dan Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana.

Leni sendiri kini sudah dititipkan di sel perempuan Mapolres Balikpapan. Sedangkan Jeffri ditahan di Samarinda, dan Deny meringkuk di sel Mapolda Kaltim. Para tersangka akan dijerat dengan Pasal 378 junto 374 KUHP junto Pasal 3 dan 4 Undang-Undang 8/2010 tentang TPPU dengan ancaman pidana diatas 10 tahun penjara.

Reporter : Benny Oktayanto    Editor : Fariz Fadhillah

Apa Reaksi Anda ?

0%17%0%0%0%50%0%34%


Comments

comments


Komentar: 0