EKSPOSKALTIM, Bontang – Warga Kelurahan Guntung merasa tidak dilibatkan dalam aktivitas perluasan lahan dengan menebang hutan mangrove yang dilakukan PT Pupuk Kaltim beberapa waktu lalu.
Mansyur warga Rukun Tetangga (RT) 8 menyampaikan hal tersebut kepada DPRD Bontang dan perwakilan PKT saat melakukan peninjauan lokasi penebangan hutan mangrove, Senin (6/3/2017) pagi.
"Kita (warga sekitar, Red) di sini tidak protes kalau ada kegiatan penebangan pohon begini. Tapi coba libatkan juga kita di sini. RT 8 misalnya tidak pernah dilibatkan," kata Mansyur.
Hal yang sama diungkapkan Abdul Muis, warga RT 7. Menurutnya, warga sekitar juga harus dilibatkan untuk mendapat penghasilan tambahan. "Saya juga tidak tahu ini. Kita juga mau dilibatkan tapi selama ini belum," ujarnya.
Project Manager Infrastruktur PKT Teguh Riyanto mengaku, pihaknya sudah melibatkan warga setempat. Namun, kata dia, sejak penebangan dilakukan hingga selesai, tidak begitu membutuhkan banyak tenaga.
“Sebenarnya bukan tidak mau melibatkan warga setempat. Tapi memang sedikit tenaga yang kita butuhkan, biasanya hanya enam orang saja,” tukasnya.
Sementara itu, menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi III DPRD Bontang Rustam yang juga ikut dalam kunjungan menuturkan, pihaknya akan memanggil PKT dan warga sekitar untuk membicarakan persoalan ini.
"Pertengahan bulan ini kita akan panggil mereka. Selama ini seperti apa yang sudah diberikan dan apa yang didapat oleh warga," tutupnya.

