EKSPOSKALTIM, Bontang - Masyarakat Kota Bontang mulai mengeluhkan kondisi pengelolaan Pasar Rawa Indah Sementara yang terkesan semrawut, Sabtu (21/1/2017).
Bagaimana tidak, banyaknya pedagang yang mulai menjual barang dagangan di bahu jalan (di luar pasar), mengakibatkan arus lalu lintas depan pasar menjadi langganan macet.
Bahkan serakan sampah pun menjadi pemandangan yang acap kali ditemui, kala berkunjung atau pun melintas di depan pasar.
Tak hanya itu, fenomena ini juga mengakibatkan omzet pedagang dalam pasar menurun drastis, karena pembeli cenderung memilih berbelanja di luar.
Hal ini pun dibenarkan H. Ari, salah seorang pedagang dalam Pasar Rawa Indah Sementara ini. Ia mengatakan, banyaknya pedagang yang berjualan di pinggir jalan mengakibatkan kondisi di dalam pasar sepi akan pembeli.
“Coba pembangun pasar (Rawa Indah, red) sudah diselesaikan, pasti tidak ada lagi penjual yang ada di samping jalan," ujar H. Ari, saat ditemui di lapak jualannya, Pasar Rawa Indah Sementara.
Sementara itu, dari penuturan salah seorang pedagang yang memilih berjualan di luar pasar menyebutkan pihaknya sengaja berjualan di pinggir jalan karena tak ada lagi tempat untuk berjualan di dalam.
"Udah penuh mas di dalam pasar, makanya saya jualan disini," katanya.
Namun Muklis berjanji akan pindah berjualan ke dalam pasar, jika pembangunan Pasar Rawa Indah tersebut sudah rampung.
"Kita bisa lihat sendiri mas kondisi pasar sementara sudah penuh dengan penjual. Terus kalau kami tidak berjualan disini, kami jualan dimana lagi," pungkasnya.
Muklis pun berharap pembangunan pasar dapat segera diselesaikan, sehingga para pedagang dapat tertib. Pun pengelolaannya dapat dioptimalkan.
"Makanya cepat selesaikan pembangunan pasarnya agar kami juga segera pindah dan berjualan di dalam," tegasnya.

