EKSPOSKALTIM, BONTANG- Walikota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan, salah satu penyebab lunturnya budaya gotong royong dalam masyarakat adalah kesibukan individu itu sendiri. Hal ini diungkapkan Neni saat memberi sambutan di acara peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke- XIII dan Hari Kesatuan Gerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ke-44, yang dirangkai dengan Peringatan Hari Kartini ke-137, di Auditorium Wali Kota Bontang Jalan Awang long, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, Selasa (24/5/2016) kemarin.
Untuk itu, melalui penyelenggaraan satu bulan bhakti ini, Neni mengajak masyarakat menumbuhkembangkan gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat, dengan berbagai kegiatan yang tentunya bersinergi dengan visi dan misi Pemerintah Kota Bontang.
“Dengan bergotong royong, dengan sendirinya akan timbul kebersamaan ketimbang bekerja dan menyibukkan diri sendiri secara Individu,” tuturnya
Dalam kesempatan ini, Neni berharap agar masyarakat dapat memanfaatkan momen BBGRM ke-XIII ini dengan baik. “Gotong royong merupakan identitas masyarakat Indonesia. Sehingga kegiatan selama satu bulan penuh ini penting keberadaannya,” katanya.
Sementara itu, Ketua PKK Kota Bontang, Hapidah Basri Rase dalam sambutannya mengatakan, rangkaian kegiatan yang diperingati ini penting untuk menjaga dan melestarikan budaya bangsa Indonesia. Selain itu, momen ini dapat digunakan masyarakat untuk meningkatkan kemampuan dan kesadaran diri dalam memenuhi kebutuhan berdasarkan rasa kebersamaan menuju penguatan integrasi sosial.
“Kegiatan ini sebagai bukti tindak kepedulian kita, dalam menjaga dan melestarikan budaya bangsa Indonesia,” Kata Hapidah
Dalam laporannya kepada Walikota Bontang, Hapidah mengungkapkan 10 program PKK yang telah dilaksanakan dalam rangkaian Hari Kesatuan Gerak PKK ke-44 Tingkat Kota Bontang. Yakni, lomba pidato, lomba penyuluhan Gerakan Nasional Anti Kejahatan Seksual terhadap Anak, Lomba Penyuluhan Bina Keluarga Balita, lomba administrasi Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), Lomba desain busana santai khas daerah, lomba penyuluhan kader posyandu.

