Bontang, EKSPOSKALTIM – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan setiap kelurahan wajib menjaga kebersihan lingkungan. Ia menyebut akan memberikan bendera hitam bagi kelurahan yang kedapatan kotor.
“Tolong kelurahan-kelurahan yang kotor saya sudah bilang akan saya kebarkan bendera hitam. Tandanya apa? Kelurahan itu kotor,” ujarnya kepada EKSPOSKALTIM, baru tadi.
Bontang memiliki luas 16 ribu hektare. Menurut Neni, lurah harus aktif mengingatkan masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). “Lurahnya berperan. Tidak mungkin bicara Bontang kota taman yang hebat dan kuat tanpa diawali dari RT-RT. RT-nya harus bersih,” tegasnya.
Neni juga menyoroti wilayah Kanaan yang kerap banjir. Meski sebagian besar sudah bersih, masih ada selokan dan bibir sungai yang dipenuhi rumput tinggi. Kondisi itu membuat aliran air tersumbat.
“Kalau kita bersama melakukan gerakan kebersihan, air dapat mengalir dengan baik, tidak akan terjadi banjir tentunya,” jelasnya.
Ia menambahkan, banjir di Kanaan terjadi karena wilayah itu dulunya rawa yang kini dipadati perumahan. Berkurangnya daerah resapan membuat air mudah meluap. Karena itu, pemerintah berencana membangun turap sekaligus mengingatkan warga menjaga kebersihan.
“Jangan buang sampah ke laut dan lain sebagainya, ya,” pungkasnya.

