PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Kala Wali Kota Bontang Pakai Baju Adat Dayak saat Pimpin HUT RI ke-80

Home Berita Kala Wali Kota Bontang Pa ...

Kala Wali Kota Bontang Pakai Baju Adat Dayak saat Pimpin HUT RI ke-80
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni usai memimpin upacara HUTke-80 RI. Foto: Ekspos/Nabila

Bontang, EKSPOSKALTIM – Suasana upacara HUT ke-80 RI di Stadion Bessai Berinta, Minggu (17/8), terasa berbeda. Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni memimpin jalannya upacara dengan mengenakan busana adat Dayak khas Kalimantan Timur. Balutan warna kuning dan hitam itu menambah khidmat prosesi, mulai dari penghormatan hingga penyerahan Sang Saka Merah Putih.

 

Sementara Agus Haris mengenakan baju adat asal Mandar Sulawesi Barat.  Penggunaan bàju adat ini juga diikuti oleh 25 Anggota DPRD serta unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan pemerintahan Kota Bontang. 

Neni menjelaskan penggunaan pakaian adat adalah instruksi pemerintah pusat agar kepala daerah menampilkan identitas budaya masing-masing. “Ini wujud kebanggaan atas keberagaman suku di Indonesia. Karena berada di Kalimantan Timur, saya mengenakan busana adat Dayak,” ucapnya.

Ia menambahkan pada upacara penurunan bendera sore hari dirinya juga akan mengenakan pakaian adat lain. “Pilihannya banyak sekali, nanti kita lihat saja baju adat apa yang saya kenakan,” katanya sambil tersenyum.

Sebelum prosesi pengibaran, Neni bertindak sebagai inspektur upacara. Ia menyerahkan duplikat Bendera Merah Putih kepada pembawa nampan, Naisya Vidya Al Safira Putri, siswi SMA Negeri 1 Bontang kelahiran 1 November 2008. Penyerahan dilakukan di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota di Jalan Awang Long, lalu bendera dibawa Paskibraka menuju stadion.

Meski diguyur rintik hujan, pasukan tetap tegap memasuki lapangan. Komandan Paskibraka dipercayakan kepada Letda Arh Tedy Aswinardi Kadir, Danton 2 Baterai B Yon Arhanud 7/ABC. Komandan Kelompok (Danpok) adalah Ahmad Azka Sayifullah dari MAN Bontang, kelahiran 5 April 2007. Pembentang bendera, Muhammad Shadra Shiraz, juga dari MAN Bontang, lahir 28 Februari 2009. Sedangkan penggerek bendera adalah Vhiego Fauzan Damba dari SMK Negeri 2 Bontang, lahir 28 September 2008.

Upacara berlangsung khidmat. Neni mengapresiasi 45 pelajar Paskibraka yang sukses menjalankan tugas. “Luar biasa sekali bendera dikibarkan dengan sempurna, Bunda apresiasi sekali,” ujarnya.

“Alhamdulillah proses hari ini lancar, saya terharu dan bangga dengan anak-anak ini,” pungkasnya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :