EKSPOSKALTIM, Bontang – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Bontang Arif, menilai pemasangan rambu penyeberangan bagi pejalan kaki (pelican crossing) yang terletak di Jalan MT Haryono Gunung Sari dan Jalan Ahmad Yani Depan Markas Rudal, tidak berfungsi sebagai mestinya.
Politisi Partai Hanura ini kecewa, karena pemasangan pelican crossing di depan Rudal dan di kawasan Gunung Sari yang dilakukan Dishubkominfo tak berjalan efektif. Akibatnya, beberapa waktu lalu telah memakan korban.
Arif menyayangkan hal tersebut terjadi. Menurutnya, pelican crossing ini kurang sosialisasi sehingga para pengendara pun kurang memahami fungsinya. Begitupun, pengendara tak memahami kewajibannya untuk mematuhi pelican crossing yang ada didua kawasan tersebut.
“Saya juga tidak tahu, apakah pelican crossing initelah disosialisasikan atau tidak terhadap para pengendara. Yang jadi masalah, tidak hanya di Gunung Sari saja, kejadian sama pun terjadi di depan Rudal. Saya menyaksikan sendiri pak, seorang anak yang menyebrang telah menekan tombol peringatan, tetapi pengendara tidak ada yang perduli, padahal lampu merah telah menyala, dan alarm pun telah berbunyi,” jelas Arif disela-sela rapat koordinasi terkait perubahan peraturan, di ruang rapat Kantor DPRD Bontang, Senin (1/8) pagi tadi.
Olehnya itu, Arif pun menghimbau Dishubkominfo untuk menyediakan petugas dipagi hari, guna membantu anak sekolah menyeberang agar tidak semakin banyak jatuh korban.
“Untuk perbaikan, saya minta pada teman-teman perhubungan menyediakan petugas untuk membantu anak sekolah, pada saat masuk sekolah dan pulang sekolah. Karena usai alat tersebut dipasang, tidak ada pihak perhubungan maupun pihak kepolisian yang berjaga di area tersebut,” ulasnya.
Arif berharap, pihak perhubungan segera mengkoordinasikan hal ini kepada pihak lalu lintas (lantas), agar sekiranya dapat menyediakan petugas pelayanan penyeberangan untuk anak sekolah.
“Karena yang menyebrang sebagian besar anak kecil pak. Walaupun alat ini sudah canggih, tapi tetap harus ada bimbingan pak,” jelasnya.

