EKSPOSKALTIM, Bontang - Miris melihat kondisi dari kakek tua bernama Muhammad Arifin. tubuh berotot seberat 60 kilogram miliknya dulu kini tinggal kenangan, yang ada hanya tubuh ringkih karena minimnya asupan makanan yang masuk ke tubuh setinggi 165 sentimeter itu. Usus besarnya (Intestinum Krassum) tak mampu lagi bekerja normal, setelah dipangkas 20 sentimeter pasca menjalani operasi akibat kecelakaan yang menimpanya beberapa waktu lalu.
Dengan bola mata hitam kecoklatan nampak berkaca-kaca, menyimpan guratan khas yang menyiratkan tekad dan semangat hidup, dia memilih berjuang untuk bisa sembuh dan kembali berjalan di tengah bayang-bayang rasa keputus asaan.
“Saat masih sehat, berat saya masih 60 kilogram. Tapi sekarang, mas bisa lihat sendiri, mungkin tinggal 40 kilo,” kata Arifin, saat ditemui tim Eksposkaltim dikediamannya, Kamis (01/7/16).
Kini, tak satu pun makanan bisa masuk dan terproses secara normal oleh organ pencernaan milik tubuh pria paruh baya itu.
“Karena ususnya di luar, jadi makanan atau minuman yang masuk tidak bisa dicerna, keluar lewat usus yang dimasukan ke dalam kantong pelastik putih itu,” kata Warsini, istri Arifin yang senantiasa ada didekatnya itu.
Akibatnya, sepanjang masa perawatan Arifin harus menahan rasa lapar dan haus. Makanan dan minuman yang ia konsumsi hanya numpang lewat saja, sehingga ia hanya bisa tergolek lemah karena memilki tubuh ringkih tak berenergi.
Walau begitu, kata sang istri, kakek Arifin menyimpan semangat hidup yang besar. Pasalnya, beberapa kali sang istri menemukannya mencoba berdiri dan berjalan ke luar kamar seluas 2,5 x 2,5 meter miliknya itu.
Namun, setiap kali ia mencoba, saat itu pula darah segar menetes dari perut berlubang ketika dalam posisi duduk. Hanya saja dia optimistis, semangat juangnya itu akan berbuah manis.
“Kalau bapak yakin, kami juga yakin. InsyaAllah, mudah-mudahan aja bisa jalan lagi, jadi bisa langsung operasi,” kata sang istri memotivasi (*)

