EKSPOSKALTIM, Samarinda - Jaksa dari Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur (Kejati Kaltim) kini tengah menyelidiki dugaan penyalahgunaan wewenang yang diduga menyebabkan kerugian negara dalam insiden tertabraknya Jembatan Mahakam I oleh sebuah tongkang.
"Kami telah membentuk tim khusus untuk mendalami kemungkinan tindak pidana dalam peristiwa ini," ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Kaltim, Toni Yuswanto, di Samarinda, Selasa (29/4).
Langkah investigasi ini diambil sebagai bentuk respons atas insiden yang berulang kali terjadi. Media ini mencatat sudah 23 kali insiden serupa terulang. "Tim kami saat ini sedang mengumpulkan data serta keterangan terkait tongkang yang menabrak Jembatan Mahakam I," lanjutnya.
Kekhawatiran Masyarakat & Dampak Ekonomi
Peristiwa yang kembali terjadi ini menuai perhatian serius dari masyarakat. Kerusakan pada Jembatan Mahakam dikhawatirkan dapat mengancam keselamatan pengguna, sekaligus berdampak pada perekonomian Samarinda karena adanya pembatasan lalu lintas kendaraan besar.
"Tim akan terus mendalami adanya indikasi penyalahgunaan wewenang dengan meminta keterangan dari berbagai pihak untuk mengidentifikasi siapa yang bertanggung jawab," tegas Toni.
Ia juga menyampaikan bahwa hasil penyelidikan akan segera dipublikasikan dalam waktu dekat.
Proses Evakuasi & Langkah Antisipasi
Sebelumnya, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 4 Samarinda telah membantu proses evakuasi tongkang Bg Azamara 3035 milik PT Samudera Karunia Abadi (PT SKA), yang dilaporkan hanyut dan menabrak Jembatan Mahakam pada Sabtu (26/4) malam.
Dua unit kapal tunda dikerahkan untuk mengamankan tongkang tersebut ke lokasi yang lebih aman. Selain itu, Pelindo menyatakan siap berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti kepolisian, Basarnas, otoritas pelabuhan, dan pemerintah daerah guna memastikan penanganan insiden berjalan lancar.
Sebagai langkah pencegahan, Pelindo juga memperkuat sosialisasi prosedur keselamatan kepada para pengguna jasa pelabuhan dan operator kapal, khususnya di luar jam operasional.
Mitigasi Risiko di Masa Mendatang
Untuk mengurangi risiko insiden serupa, Pelindo tengah merencanakan pemasangan sejumlah alat sensor seperti sensor kecepatan arus, ketinggian permukaan air, dan ketinggian muatan kapal. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan keamanan dan keselamatan di sekitar Jembatan Mahakam.
Rencana pemasangan alat tersebut akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan pemerintah daerah sebagai pemilik aset jembatan, guna memastikan mitigasi risiko berjalan optimal ke depannya.

