EKSPOSKALTIM.COM, Samarinda – Kesejahteraan rakyat dinilai masih jauh dari harapan di tahun ketiga masa kepemimpinan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor bersama pasangannya Hadi Mulyadi.
Bukan tanpa alasan, pasalnya anggota Komisi II DPRD Kaltim Sutomo Jabir menjelaskan bahwa kalau implementasi kesejahteraan rakyat di tingkat bawah dan di pelosok masih belum merata, itu terlihat saat penganggaran setiap tahunnya.
Menurut politikus Fraksi PKB ini, padahal saat pemaparan visi dan misi Isran-Hadi, mereka memiliki program kerja yang begitu mementingkan dan berpihak kepada masyarakat. Namun pada kenyataannya saat ini, di tahun ketiga masa jabatannya hal tersebut jauh dari implementasi.
“Misalnya konektivitas antar wilayah. Itu bagian dari visi. Pemerataan ekonomi lokal, pengembangan dengan mendorong sektor pertanian, itu belum terlihat sampai saat ini,” tegas Sutomo, Senin (29/3/2021).
Lanjut Sutomo, dalam penyampaian laporan kerja pertanggungjawaban (LKPj) orang nomor satu di Kaltim ini, sangat tampak pada pengalokasian anggaran setiap tahunnya. Penganggaran pasalnya lebih berfokus pada pembangunan dan pembenahan infrastruktur berskala besar.
“Padahal notabenenya masih belum menyentuh masyarakat di pelosok. Itu bedanya Kaltim dengan daerah lain,” kata Sutomo.
Pembangunan dan pembenahan infrastruktur yang disebutkan bersifat kegiatan monumental. “Karena dari dulu polanya cenderung melakukan kegiatan monumental. Seperti membangun stadion dan segala macam. Kita bisa bandingkan dengan daerah lain yang membangun dari tingkat bawah. Meskipun tidak banyak memilik stadion tapi masyarakat bisa menikmatinya,” keluh Sutomo.
Hal ini pasalnya mampu diungkapkan Sutomo, sebab dirinya merupakan anggota dari Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kaltim. “Kebetulan saya di Banggar dan setelah kami hearing, masih sangat minim sehingga ke depan kami minta komitmen ini betul-betul menjadi visi-misi yang mampu dilaksanakan, jangan cuman di atas kertas saja,” pungkasnya. (adv)

