Balikpapan, EKSPOSKALTIM - Aparat gabungan menghentikan sejumlah aktivitas ilegal di kawasan delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN), Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, 28–29 September 2025.
Operasi ini melibatkan Satuan Tugas Penindakan Aktivitas Ilegal Otorita IKN, Polres Kukar, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kaltim, serta personel Brimob.
Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Keamanan dan Keselamatan Publik, Irjen Pol Edgar Diponegoro menjelaskan penindakan ini berhasil mengungkap pengangkutan batu bara tanpa dokumen resmi yang diduga berasal dari dalam kawasan IKN, serta penggunaan lahan konservasi secara ilegal.
“Patroli mendapati tujuh truk bermuatan batu bara yang keluar dari area delineasi IKN menuju Jalan Tol Samboja-Balikpapan. Setelah diperiksa, muatan tidak dilengkapi dokumen resmi,” kata Edgar dalam keterangan tertulis, Jumat (3/10). Seluruh kendaraan berikut muatannya kini ditangani Ditreskrimsus Polda Kaltim.
Dalam proses pengawalan barang bukti, tim sempat dihentikan seorang oknum yang mengaku memiliki kerja sama lintas instansi dan perusahaan, lalu meminta truk dikembalikan ke lokasi tambang. Satgas menolak dan akhirnya menitipkan barang bukti di Mako Brimob Balikpapan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Selain itu, tim gabungan juga melakukan peninjauan lapangan di Bukit Tengkorak, Desa Sukamulyo. Hasilnya, ditemukan jejak tambang batu bara ilegal dengan perkiraan stok mencapai 2.000–3.000 ton, tumpukan pasir siap angkut, hingga kendaraan dalam kondisi rusak. Dokumentasi lapangan menunjukkan kerusakan parah pada kawasan hutan lindung akibat aktivitas tambang.
Tak hanya itu, tim juga menertibkan bangunan usaha yang berdiri di kawasan konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto. Sejumlah warung dan bangunan komersial di KM 48, 50, dan 54 poros Balikpapan–Samarinda diketahui memanfaatkan lahan konservasi tanpa izin.
OIKN meminta seluruh temuan pelanggaran diproses secara hukum. “Penegakan hukum ini bukan hanya soal legalitas, tetapi juga untuk melindungi hutan dan memastikan IKN dibangun sebagai kota yang aman, tertib, dan berkelanjutan,” tegas Irjen Pol Edgar.

