Akses menuju Muara Badak dari Anggana bakal jauh lebih cepat setelah jalan tembus sepanjang 23 kilometer rampung, memangkas waktu tempuh dari sekitar dua jam menjadi hanya 30 menit.
EKSPOSKALTIM, Samarinda - Akses darat antara Kecamatan Anggana dan Muara Badak di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) segera terhubung langsung melalui pembangunan jalan tembus sepanjang 23,17 kilometer.
Selama ini, mobilitas warga dan distribusi barang antar dua wilayah tersebut harus memutar melalui Kota Samarinda dengan waktu tempuh sekitar dua jam. Dengan jalan baru ini, perjalanan diperkirakan hanya memakan waktu sekitar 30 menit.
Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin mengatakan pembangunan jalan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan konektivitas sekaligus mempercepat perputaran ekonomi di kawasan tersebut.
“Hingga kini pembangunan jalan tembus Anggana–Muara Badak terus dikerjakan sebagai upaya meningkatkan konektivitas dan mendukung aktivitas ekonomi, kesehatan, pendidikan, sosial, dan budaya,” ujarnya.
Selain mempercepat mobilitas, jalan ini juga akan membuka akses yang lebih mudah menuju fasilitas layanan kesehatan, termasuk rumah sakit baru di Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak.
Dari sisi ekonomi, keberadaan jalan tersebut diharapkan mempermudah distribusi hasil pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan yang menjadi andalan masyarakat di kedua kecamatan.
Hingga 2025, pembangunan jalan telah mencapai 18,24 kilometer dengan kondisi baik, dengan total investasi sekitar Rp154 miliar. Pada 2026, proyek ini dilanjutkan melalui bantuan keuangan sebesar Rp9,5 miliar.
Jika rampung, kata dia, jalan tembus ini diproyeksikan menjadi jalur vital yang tidak hanya memangkas waktu tempuh, tetapi juga meningkatkan aktivitas ekonomi dan layanan publik di kawasan Muara Badak dan sekitarnya. (ant)


