EKSPOSKALTIM.com, Kutim - Sangatta Kabupaten Kutai Timur dikenal sebagai kota yang berpotensi menjadi Kota Model Jasa. Saat ini Pemerintah Kutim tengah mendorong upaya menjadikan Sangatta mencapai hal itu.
Defisit keuangan yang dialami Pemerintah Kutai Timur, berimbas pada perputaran perekonomian masyarakat secara umum di Sangatta. Hal ini dapat dirasakan dari lesunya perekonomian masyarakat Sangatta.
Baca juga: Anggota DPRD Kaltim Dilaporkan Atas Dugaan Penipuan
Anggota DPRD Kutim Uce Prasetyo mengatakan sangat mendukung langkah Pemkab Kutim untuk menjadikan Sangatta sebagai kota jasa.
"Saya mendukung, karena sejumlah infrastruktur dan kondisi kota Sangatta sangat menunjang menjadi kota jasa,” ujar Sekretaris Komisi D DPRD Kutim ini, Senin (15/4/2019).
Namun untuk mewujudkan hal itu, kata dia, tentu perlu pemantapan baik terhadap sarana infrastruktur, maupun peraturan pemerintah daerah (perda) sebagai payung dalam pengambilan kebijakan.
Uce juga menambahkan, periode ini merupakan momentum yang sangat penting terhadap masa depan daerah sebagai Kota Model Jasa di Kawasan Kota Sangatta menuju masyarakat sejahtera, berbudaya dan berdaya saing.
Baca juga: Usai Diresmikan, KEK Maloy Dapat Kucuran Investasi Rp 15 Triliun
Saat ini beberapa penunjang infrastruktur yang mendukung Sangatta menjadi Kota Model Jasa, di antaranya pelabuhan laut Kenyamukan Sangatta, yang akan segera diselesaikan. Dengan beroperasinya pelabuhan Kenyamukan kelak, tentunya akan memangkas nilai jual barang.
Pengembangan Bandara Tanjung Bara milik PT Kaltim Prima Coal (KPC), agar bisa dijadikan bandara semi komersil. Tentunya langkah Pemkab Kutim ini mendapat dukungan penuh DPRD Kutim.
"Jika Pemkab Kutim telah menyelesaikan Pelabuhan Kenyamukan dan Bandara Tanjung Bara, maka telah lengkaplah semua fasilitas yang dimiliki Pemmkab Kutim untuk menjadi sebuah kota model jasa," tukasnya.


