EKSPOSKALTIM, Samarinda - Bakal Calon Gubernur Kaltim Rusmadi Wongso dan Yusran Aspar, serta Bakal Calon Wakil Gubernur Farid Wadjdiy dikabarkan telah bersilaturahmi ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).
Kendati demikian, partai besutan Wiranto ini tidak mau berspekulasi dan terburu-buru menentukan bakal calon yang bakal diusung.
Ketua DPD Kaltim Partai Hanura,Herwan Susanto, membenarkan kabar tersebut. “Ya pak Rusmadi sudah ketemu pekan lalu sama saya. Datang ke DPP di Jakarta menghadap dan silaturahmi dengan tim pemenangan pilkada. Pak Farid juga,” katanya belum lama ini.
“Pekan ini dari informasi pak Sutrisno Thoha (Sekretaris DPD Kaltim Partai Gerindra, Red) meminta agenda untuk bersilaturahmi, Pak Yusran ke tim pilkada pusat di DPP juga,” tambah Anggota DPRD Kaltim ini.
Menurut Herwan, pertemuan ke DPP tersebut adalah tindak lanjut atas pemaparan yang telah disampaikan DPD Partai Hanura Kaltim. Yang dipaparkan, lanjutnya, para bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang belakangan telah ramai diperbincangkan.
Baca juga: Tak Ingin Peluang di Pilgub Kaltim Hilang, Golkar Mulai Cari Alternatif Selain Rita
“Mereka dalam rangka memperkenalkan diri saja, melihat langsung seperti apa orangnya,” ujarnya.
Ia menyanggah jika nama-nama yang telah silaturahmi ke DPP tersebut yang nantinya akan diusung secara mutlak. Menurutnya, masih ada mekanisme sebelum akhirnya menentukan bakal calon yang akan diusung. Diantaranya, melihat hasil survei yang masih dilakukan oleh DPD.
Survei tersebut, menyusul ditetapkannya Bakal Calon Guubernur Rita Widyasari oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Rita diketahui pernah mendaftar ke Partai yang diketuai Oesman Sapta ini, beberapa waktu lalu. Namun dengan kasus yang menjeratnya, DPD Partai Hanura menggugurkan namanya untuk diusung.
“Ya, selain survei masih kita lakukan, nanti hasilnya jadi salah satu pertimbangan kami untuk menentukan sikap,” terangnya.
Baca juga: Dihadapan Ribuan Warga Samarinda, Yusran: Saya Siap Majukan Kaltim!
Selain survei, lanjutnya, pertimbangan lain adalah bakal calon tersebut harus telah mendapatkan dukungan dari partai lain. Mengingat, partai Hanura hanya memiliki 4 kursi di Karang Paci, DPRD Kaltim. Sementara syarat untuk dapat mengusung calon harus memiliki 11 kursi.
“Termasuk chemistry-nya kita lihat juga. Paling lambat kita putuskan siapa yang kita usung itu pekan terakhir bulan November ini, setelah acara Musyawarah Daerah,” katanya.
Herwan pun mengaku,untuk sementara hanya nama-nama itu saja yang telah komunikasi ke DPP, sedangkan untuk Syaharie Jaang dan Isran Noor dan nama-nama lain, belum ada agenda silaturahmi ke DPP. “Ya semua saja mereka juga bisa silaturahmi,” harapnya.
Ia pun menegaskan, kekhawatiran terhadap peta politik yang terjadi di pusat akan sama seperti yang di daerah. Sebagai partai pendukung pemerintahan Jokowi –JK, ia membantah jika bakal calon gubernur yang nantinya akan diusung harus mendukung Presiden Jokowi dalam Pilpres di 2019 nanti.
“Tidak. Karena tentu beda korelasinya di pusat di daerah. Di Kaltim saya pastikan tidak ada ketentuan seperti itu dari pusat. Termasuk harus berkoalisi sama dengan partai politik seperti di pusat,” tegasnya. (*) <
VIDEO: Mengenal Tradisi Berladang Masyarakat Dayak Kenyah di Kutai Timur
ekspos tv

