EKSPOSKALTIM, Samarinda - Menghadapi Pilgub Kaltim 2018, Partai Golkar mulai membuka peluang mencari bakal calon alternatif selain Bupati non aktif Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari.
Melalui Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Kalimantan, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Sofyan Hasdam, mengaku bahwa pihaknya tengah melakukan survei untuk menemukan calon alternatif potensial, baik dari kader maupun non kader.
"Penetapan ibu Rita sebagai calon gubernur memang belum ada perubahan. Tapi melihat perkembangan terakhir, kami lagi melakukan survei ulang untuk melihat kecenderungan suara. Tim survei diturunkan oleh DPP Golkar untuk melihat kecenderungan suara sejak ada masalah dengan ibu Rita," kata Sofyan Hasdam, saat ditemui awak media di Kantor Gubernur Kaltim, di sela-sela Jalan Sehat KPU Kaltim, Minggu (29/10).
Sejak ditetapkannya Rita Widyasari sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana gratifikasi dan suap beberapa waktu lalu oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dinamika politik di internal Golkar mulai "goyang".
Baca juga: Pilgub Kaltim 2018, Jaang-Rizal Sudah Final, Deklarasi Bulan Depan
Kendati demikian, Sofyan memastikan, DPP Golkar belum ada perubahan surat keputusan terhadap Pilgub Kaltim, yakni masih mengusung Rita Widyasari sebagai Cagub.
Hanya saja, lanjutnya, sebagai langkah antisipasi jika Rita Widyasari tidak bisa mengikuti. Karena menjalani proses hukum yang menjeratnya tersebut. Otomatis DPP Golkar harus siap mengusung calon yang lain.
"Pertimbangannya, dengan adanya perpanjangan masa penahanan ibu Rita selama 40 hari oleh KPK, maka Golkar siap-siap. Hanya siap-siap. Jangan sampai ibu Rita tidak bisa maju dan Golkar juga tidak siap," jelas mantan Walikota Bontang ini.
Langkah tersebut, dijelaskan Sofyan, diambil karena DPP Golkar tidak ingin kehilangan peluang dalam Pilgub Kaltim 2018.
Dengan memiliki 14 kursi di DPRD Kaltim, sudah melampaui syarat mengusung Cagub dan Cawagub Kaltim 2018, tanpa perlu membangun koalisi dengan partai lain. Karena pertimbangan itu, kata Sofyan, pihaknya akan membuka opsi kemungkinan dengan figur calon yang lain.
Baca juga: Dihadapan Ribuan Warga Samarinda, Yusran: Saya Siap Majukan Kaltim!
"Soal kasus ini DPP masih memegang asas praduga tak bersalah. Tetapi untuk calon gubernur, kami sudah berhitung bahwa dengan perpanjangan masa penahanan ibu Rita oleh KPK itu berakhir di Desember. Kami khawatir tidak mungkin ibu Rita bisa jadi calon Gubernur Kaltim. Oleh karena itu harus ada cadangan," ungkapnya.
Berdasarkan jadwal pelaksanaan Pilgub dari KPU Kaltim, pendaftaran pasangan calon pada 8-10 Januari 2018. Artinya Rita Widyasari hanya punya kurang dari satu bulan untuk mempersiapkan diri jika tetap maju dalam Pilgub, pasca menjalani proses penahanan pemeriksaan oleh KPK.
Ditanya kemungkinan hasil survei DPP memunculkan nama dirinya Sofyan Hasdam, tampak sumringah.
"Kalau saya, pada saat ibu Rita tidak bisa dan saya ditugaskan, saya siap. Tim survei ini bukan dari tim internal, tapi dari tim independent, LSI. Jadi kita tunggu saja dalam waktu dekat ini ya," tutupnya. (***)
VIDEO: Iklan Pesta Adat Pelas Tanah 2017 Kutai Timur
ekspos tv

