PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

PDAM Bontang: Lonjakan Tagihan Air Dipicu Pemakaian Tinggi, Bukan Tarif

Home Berita Pdam Bontang: Lonjakan Ta ...

Lonjakan tagihan air yang dikeluhkan pelanggan disebut bukan semata akibat kenaikan tarif, melainkan dipicu tingginya pemakaian, termasuk penggunaan satu sambungan untuk beberapa rumah hingga kebocoran pipa.


PDAM Bontang: Lonjakan Tagihan Air Dipicu Pemakaian Tinggi, Bukan Tarif
Direktur Perumda Tirta Taman, Suramin. Foto: Bontang Post

EKSPOSKALTIM, Bontang - Direktur Perumda Tirta Taman Suramin menegaskan pembengkakan tagihan air yang dikeluhkan pelanggan lebih dipengaruhi tingginya konsumsi dibandingkan perubahan tarif. Ia menjelaskan, tarif baru mulai diberlakukan untuk periode pemakaian 20 Februari hingga 20 Maret 2026 dan telah disosialisasikan sejak awal Januari.

“Normalnya pelanggan menggunakan 20 kubik per bulan. Untuk rumah tangga, itu sudah cukup besar, setara sekitar 100 drum,” ujarnya, Rabu (8/4), dikutip dari Bontang Post

Suramin menyebut lonjakan tagihan di lapangan umumnya terjadi karena pemakaian yang tidak terkontrol. Dari hasil penelusuran, ditemukan banyak kasus satu sambungan meter digunakan untuk beberapa unit rumah kontrakan.

“Bisa sampai 4 sampai 10 pintu dalam satu meteran,” katanya.

Kondisi tersebut membuat konsumsi air terakumulasi dalam satu sambungan sehingga masuk ke blok tarif yang lebih tinggi.

Selain itu, kebocoran pipa juga menjadi faktor yang kerap memicu lonjakan tagihan. Ia mengimbau pelanggan segera melaporkan jika terjadi peningkatan pemakaian secara tiba-tiba.

“Jika ada lonjakan pemakaian secara tiba-tiba, segera laporkan,” ujarnya.

Suramin menegaskan satu sambungan rumah tangga idealnya hanya digunakan untuk satu keluarga dengan maksimal empat jiwa. Untuk itu, pihaknya mendorong pemilik rumah sewa memasang meter air terpisah di setiap unit.

Menurutnya, langkah tersebut akan membuat penggunaan lebih terkontrol sekaligus mencegah pembengkakan tagihan.

“Agar pemakaian lebih terkontrol dan tidak terjadi lonjakan pembayaran,” ujarnya.

Sebagai gambaran, Perumda Tirta Taman memaparkan simulasi tagihan berdasarkan pemakaian normal 20 meter kubik per bulan.

Untuk Rumah Tangga 1, biaya pemakaian 0–10 kubik sebesar Rp27.500 dan 11–20 kubik Rp47.500. Ditambah biaya administrasi, meter, dan retribusi sampah Rp17.500, total tagihan menjadi Rp92.500 per bulan.

Sementara Rumah Tangga 2 dikenakan Rp36.250 untuk 0–10 kubik dan Rp56.250 untuk 11–20 kubik. Dengan tambahan biaya Rp17.500, total tagihan mencapai Rp110.000 per bulan.

Adapun Rumah Tangga 3, biaya 0–10 kubik sebesar Rp43.750 dan 11–20 kubik Rp61.250. Setelah ditambah biaya administrasi Rp17.500, total tagihan menjadi Rp122.500 per bulan.

“Kalau dilihat, pembayaran normal ini masih sekitar 4 persen dari pengeluaran berdasarkan UMK Bontang,” jelasnya.

Perumda Tirta Taman juga mencatat sejumlah lonjakan tagihan yang ramai dikeluhkan di media sosial umumnya berkaitan dengan konsumsi tinggi. Dalam beberapa kasus, pemakaian tercatat hingga 181 meter kubik per bulan dengan tagihan sekitar Rp2 juta, sementara lainnya berkisar Rp500 ribu hingga Rp600 ribu.

Tarif yang diterapkan bersifat bertingkat, di mana semakin tinggi pemakaian, semakin besar biaya per meter kubik yang dikenakan.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%100%
Sebelumnya :
Berikutnya :