EKSPOSKALTIM, Bontang - Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Bontang, aktif melakukan sosialisasi pencegahan tindak kriminal pelecehan seksual terhadap anak di berbagai sekolah dasar di Kota Bontang.
Sosialisasi dilakukan mengingat maraknya tindak kejahatan seksual yang terjadi pada anak di Kota Bontang. Olehnya, perlu dilakukan langkah preventif untuk meminimalisir hal tersebut.
Bidang Pendidikan, Kajian dan Penelitian P2TP2A Kota Bontang Dimas Saputra menjelaskan, dalam sosialisasi pihaknya memberikan pengetahuan dasar kepada anak tentang bagaimana cara mencegah, atau menghindari pelecehan seksual terhadap diri sendiri.
“Kami dari P2TP2A menggelar sosialisasi ke sekolah- sekolah untuk memberikan pengetahuan terhadap anak agar tidak terjadi hal tersebut (pelecehan seksual, red),” ujar Dimas di sela-sela sosialisasi di SD Sidrap Dalam, Jalan Pupuk Raya, Guntung, Senin (7/11) pagi tadi.
Dalam sosialisasi, anak juga diberi pemahaman mengenai bagian tubuh mana saja yang tidak boleh dipegang orang dewasa selain ibu, diantaranya mulut dan bagian dada hingga paha.
Tak hanya itu, murid sekolah dasar juga diberi pengetahuan bagaimana cara melawan jika ada orang dewasa yang ingin melecehkan dirinya, seperti dengan cara lari, berteriak, menangis dan melapor.
“Tujuan utama kami dari sosialisasi ini agar si anak paham tentang kejahatan seksual kepada dirinya sendiri, dan bagaimana cara mengantisipasinya,” paparnya.
Diharapkan sosialisasi ini dapat memberikan manfaat bagi anak, juga dapat membantu orang tua dalam mendidik anak.
“Semoga dengan sosialisasi yang kami lakukan dapat bermanfaat dan mengurangi tindak kejahatan seksual yang terjadi di Kota Bontang, karena anak adalah harapan kita untuk pembangunan Kota Bontang kedepannya,” pungkasnya.

