PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Orchidarium Meratus Hadir di Banjar: Dosen ULM Bangun Taman Anggrek Khas Pegunungan

Home Berita Orchidarium Meratus Hadir ...

Taman Biodiversitas di Lembah Bukit Manjai kini punya orchidarium khas Pegunungan Meratus, hasil inisiatif Dosen ULM Amalia Rezeki untuk melindungi anggrek langka Kalimantan Selatan.


Orchidarium Meratus Hadir di Banjar: Dosen ULM Bangun Taman Anggrek Khas Pegunungan
Taman Biodiversitas pada hutan hujan tropis di Lembah Bukit Manjai, Mandiangin, Kabupaten Banjar jadi kawasan penyangga sumber daya alam hayati lokal di luar kawasan hutan yang mempunyai fungsi konservasi. (ANTARA/Firman)

EKSPOSKALTIM, Banjarmasin - Dosen Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Dr. Amalia Rezeki membangun orchidarium khas hutan Pegunungan Meratus di Taman Biodiversitas Lembah Bukit Manjai, Mandiangin, Kabupaten Banjar.

“Kawasan alam dibuat menyerupai habitat asli tumbuhan anggrek spesies khas hutan Meratus,” kata Amel di Banjarbaru, Minggu (7/12), dikutip dari ANTARA.

Amel yang mengajar di Jurusan Pendidikan Biologi FKIP ULM menjelaskan beberapa anggrek yang dibudidayakan, antara lain anggrek raksasa Grammatophyllum speciosum, anggrek hitam Coelogyne pandurata lindl, anggrek vanda Kalimantan Vanda dearei, dan anggrek bulan Phalaenopsis amabilis.

Orchidarium ini menjadi kawasan koleksi sekaligus pusat konservasi anggrek alam. Fungsinya mencakup penelitian, pengembangan, dan wisata minat khusus. Di dalamnya juga terdapat greenhouse berisi bibit anggrek yang pembangunannya didukung manajemen Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Fasilitas lain meliputi pondok riset, gazebo, dan menara pantau sederhana untuk menunjang kegiatan konservasi dan memberi kenyamanan bagi pengunjung. Amel memberi nama Orchidarium Garden Silfrentine Magdalena Catootje sebagai Taman Tematik Anggrek Alam Meratus. Nama itu diambil dari ibunda Ferry F. Hoesain sebagai penghargaan atas perannya mendirikan Taman Biodiversitas di kawasan hutan hujan tropis Bukit Manjai. Ferry dikenal sebagai tokoh perintis peranggrekan Kalimantan Selatan versi PAI Kalsel.

Silfrentine Magdalena Catootje pula yang pertama kali mengenalkan anggrek kepada Ferry pada 1972. “Ibundanya memberikan anggrek bulan saat Ferry masih berusia sekitar 10 tahun, yang akhirnya membuat Ferry menyukai bunga anggrek hingga sekarang,” ungkap Amel, peraih Kalpataru 2022.

Kepala Pengelola Taman Biodiversitas Ramadhan Jayusman menambahkan bahwa kawasan ini berfungsi sebagai penyangga sumber daya alam hayati di luar kawasan hutan. Taman Biodiversitas menjadi langkah penyelamatan berbagai spesies tumbuhan lokal yang menghadapi ancaman tinggi terhadap kelestariannya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :