EKSPOSKALTIM- Sahabat Ekspos mungkin masih ingat sewaktu SD sering belajar membaca dan hampir semua bacaan yang sering kita baca mayoritas selalu mencantumkan nama Budi, dan Sahabat Ekspos pasti bertanya mengapa harus nama Budi padahal masih banyak nama lainnya yang lebih bagus dan keren dari pada nama Budi seperti Kelvin, alvin, Maulana atau Ocha.
Nah ini jawabannya, Bukan kebetulan jika penulis buku pelajaran Bahasa Indonesia era 1980-an, Siti Rahmani Rauf, perempuan kelahiran Sumatera Barat 5 Juni. 95 tahun silam yang pertama kali mencetuskan “Ini Ibu Budi” yang Biasanya menjadi awal belajar dalam mengeja bacaan pada zaman SD dulu.
"Mami dan saya sengaja memakai kata Budi dan Ani agar mudah dibaca oleh anak-anak," terang Karmeni Rauf anak ketiga Nenek Rauf yang membantu penyusunan buku pelajaran tersebut seperti yang dilansir sindonews.
Dengan keahlian Pegawai Negeri Sipil (PNS) di era tahun 1937 yang bergaji 25 Gulden ini menambah gambar tokoh Budi beserta keluarganya sesuai dengan tema yang diangkat disetiap halamannya.
"Gambar yang menunjukkan siapa itu Budi dan karakter lainnya membuat anak tidak hanya bisa membaca tapi juga mengenal karakter seseorang," jelas Karmeni yang sudah mengabdi di dunia pendidikan sekitar 30 tahun.
Karmeni menambahkan, metode peraga atau buku yang disusunnya bersama dengan sang Ibu merupakan alat peraga yang baik dan mudah membantu anak bisa membaca.
"Saya berharap bisa dimunculkan kembali buku tersebut. Guru-guru mengaku tertolong dalam mengajar anak didiknya dengan buku tersebut," tutupnya.(*)
sumber:sindonews

