EKSPOSKALTIM, Bontang – Entah apa yang sedang terjadi pada kesehatan Muhammad Arifin, korban kecelakaan yang ususnya terurai pasca operasi. Sekira pukul 00.15 wita, Senin dini hari tadi (3/7/2016), dia mesti dilarikan ke Rumah Sakit Taman Husada (RSUD) Bontang oleh anaknya dan dibantu tetangga sekitar.
“Semalam bapak muntah darah berkali – kali. Karena kami takut terjadi apa – apa dengan bapak, ya kami langsung bawa bapak ke rumah sakit jam 00.15 malam,” kata Hasmawati, saat ditemui di ruangan Bugenvile RSUD Kota Bontang, Senin siang (4/7/16) tadi.
Paska kecelakaan 5 bulan yang lalu, kondisi dari Muhammad Arifin sangat memprihatinkan. Berat badannya yang saat itu 60 kilo gram turun drastis semenjak kecelakaan itu.
“Ya mau di apain lagi mas, sebelum melaksanakan operasi kedua nanti ya begini kondisi bapak sekarang. Sebelum kecelakaan dulu berat badan bapak 60 kilo gram, tapi semenjak kecelakaan itu berat badan bapak turun drastis. Ditambah lagi operasi kedua harus menunggu bapak bisa jalan, dan kalau tidak bisa jalan bapak tidak bisa dioperasi,” ungkap Hasmawati.
Hasmawati dan keluarga menaruh harapan besar untuk kesembuhan kepala keluarga yang satu ini, agar bisa beraktifitas lagi seperti semula.
“Kami tidak mengharapkan apa – apa ya mas, tapi satu saja harapan kami sekeluarga, agar bapak bisa sembuh dan beraktifitas seperti biasanya. Karena biarpun sakit seperti ini, bapak tetap aja melakukan aktifitas meskipun tidak bisa seperti orang sehat lainnya,” pungkasnya.
Ditengah kondisi yang tidak pasti akan kesembuhan, Arifin hanya bisa pasrah saja dengan keadaan yang sedang menimpanya saat ini. Dia hanya bisa ikhlas dan tabah menghadapi kondisi yang dideritanya, paska mengalami kecelakaan 5 bulan lalu.
“Mau di apa mas, kami sekeluarga sudah berusaha sekuat tenaga, menjual semua barang – barang kami, untuk kesehatan saya. Tapi sampai sekarang juga belum ada perubahan,” kata Arifin dengan suara yang terbata – bata menahan rasa sakit yang dideritanya.

