Sebanyak 25 siswa di Kecamatan Waru, Penajam Paser Utara, mendapat penanganan medis setelah mengalami gejala mual dan muntah usai mengonsumsi menu MBG. Dapur penyedia makanan dihentikan sementara sambil menunggu hasil uji laboratorium.
EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Insiden dugaan keracunan menu MBG terjadi di Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Rabu (11/2). Sebanyak 25 peserta didik dari tingkat SD hingga SMA dilarikan ke Puskesmas Waru karena mengalami sakit perut, muntah-muntah, hingga sesak napas.
Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin menyebut kejadian tersebut menjadi peringatan serius bagi pemerintah daerah. “Kejadian di Waru sebagai peringatan bagi pemerintah kabupaten untuk lebih memperketat pengawasan agar standar keamanan pangan terjaga,” ujar Waris, Kamis (12/2) dikutip dari antara.
Ia mengatakan pemerintah daerah berupaya agar insiden serupa tidak terulang. Informasi awal menyebutkan salah satu menu tambahan yang diambil dari luar dapur MBG diduga menjadi pemicu gangguan pencernaan.
“Boleh saja dapur penyedia menu MBG memberikan makanan dari luar dapur MBG, tapi harus benar-benar steril,” katanya.
Pemkab PPU telah memanggil pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari kebersihan dapur, kualitas bahan baku, hingga distribusi makanan ke sekolah.
“Disarankan SPPG jangan mengambil makanan dari luar, seluruh menu MBG harus diolah langsung petugas dapur sesuai prosedur keamanan pangan,” tambah Waris.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin meminta dapur yang diduga terkait dihentikan sementara operasionalnya. “Kami tidak ingin mengambil risiko sehingga untuk sementara dapur yang diduga terkait harus dihentikan operasionalnya sampai hasil pemeriksaan laboratorium keluar,” kata Jaya di Samarinda.
Petugas telah mengamankan sampel makanan dan bahan baku untuk diuji di laboratorium. Dinas Kesehatan juga berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk melakukan penyelidikan epidemiologi guna memastikan sumber penyebab keluhan para siswa.
Jaya menegaskan pihaknya tidak akan menyimpulkan penyebab insiden sebelum hasil uji laboratorium diterbitkan secara resmi. “Prinsipnya adalah zero accident, dari ribuan porsi yang disajikan tidak boleh ada satu pun yang menyebabkan keracunan karena keselamatan siswa adalah prioritas utama kami,” tegasnya.
Program MBG di PPU ditargetkan dilayani oleh 24 SPPG. Hingga kini sembilan dapur telah beroperasi dengan melayani sekitar 11.570 peserta didik.


